POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

10 Anak Panti Asuhan Jadi Korban Perbuatan tak Senonoh Oknum Guru

BATAM, POSMETRO.CO : Akibat banyak melihat gambar seksi di akun media sosial,  hasrat liar menggelapkan pikiran Abdul Sidik (20).

Ia pun melakukan perbuatan 10  tahun yang masih di bawah umur, di sebuah panti asuhan di kawasan Bengkong, Kota Batam.

Kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur tersebut baru terungkap, setelah salah satu anak yang pulang ke rumah saat liburan, dan menceritakan kelakuan guru selama di panti asuhan kepada orangtua korban.

“Kasus ini terungkap pada tanggal 27 Juni setelah kita mendapat laporan dari keluarga korban,” kata Kapolsek Bengkong AKP Bob ferizal, Kamis(30/6/2022) di Mapolsek Bengkong.

Dijelaskan Bob Afrizal, kepada polisi orangtua mengatakan, awalnya korban dititip orangtua di sebuah panti asuhan di Bengkong, dan korban sudah  tinggal mondok sejak tahun 2020 untuk sekolah dan belajar mengaji.

Tidak berlangsung lama setelah korban mondok, pelaku mulai menjalankan aksinya untuk mendekati korban dan mulai meraba bagian dada dan krmaluan korban hingga berulang.

“Korban sampaikan bahwa dia mengalami pelecehan sejak tinggal mondok, meraba buah dada dan kemaluan korban saat mandi dan di kamar korban,” ungkap Kapolsek.

“Karena anaknya mengaku sakit, akhirnya keluarga mendatangi rumah sakit terlebih dahulu untuk mendapat visum, ternyata setelah diperiksa tidak utih lagi ada yang rusak,” ujar Bob.

Dikatakan Bob, dalam menjalani aksi agar tidak diketahui orang lain, pelaku  membujuk dan mengancam korban.

“Kalau korban berusia 9 sampai 10 tahun diiming imingi jajanan. Kalau 11 tahun keatas diancam akan dipukul pakai rotan agar tidak menceritakan kepada orang lain,” kata Bob.

Masih kata Bob, pelaku dijemput di panti asuhan pada tanggal 27 Juni 2022 seusai menerima laporan. Pelaku akan dijerat dengan pasal  berlapis, karena perbuatannya yang sudah merusak masa depan anak-anak asuhnya.

“Kita akan hukum seberat-beratnya karena sudah merusak nama baik sebagai guru ngaji. Pidana hukuman penjara 5 tahun paling lama 15 tahun denda lima milyar. Karena sebagai guru ditambah sepertiga hukuman,” jelasnya.

Polisi juga mengamankan barang bukti 1 baju 1 celana dalam, 3 celana bola pelaku, baju dres, 1 buah bh, 1 cd, sweter, 2 celana dalam.

Kepada orangtua Bob mengimbau agar tidak menitipkan begitu saja anaknya kepada panti asuhan tanpa ada pengawasan.

“Jangan sepenuhnya dipercayaka kepada pihak yang dititpkan,” imbaunya.

Sementaraitu pelaku Abdul Sidik mengaku sudah menetap di panti asuhan sejak SMP, dan baru diberi kepercayaan oleh pihak panti asuhan untuk menjadi guru ngaji setelah lulus SMA. Aksi bejatnya sudah dilakukan semasa duduk di bangku SMP, dan tinggal di panti asuhan tersebut.

“Sudah berulang kali, sejak SMP tahun 2017 karena napsu syahwat dikarenakan sering menengok video seksi di akun facebook pribadi,” akunya. (abg)