POSMETRO.CO Metro Kepri Natuna

DPRD Natuna Minta Harga Tiket Pesawat Normal

NATUNA, POSMETRO.CO : Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Natuna, Daeng Amhar meminta maskapai Wing Air dan Nam Air yang melayani penerbangan dengan tujuan dari Natuna dan ke Natuna, untuk menurunkan harga tiket pesawat.

Yang mana sebut Daeng Amhar, harga tiket pesawat dari dan ke Natuna saat ini sudah melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh pemerintah, yakni diatas Rp 1,3 Juta hingga Rp 2,1 Juta.

“Harga tiket pesawat saat ini sangat dikeluhkan oleh masyarakat, karena sudah melebihi ambang batas tertinggi yang ditetapkan oleh pemerintah,” sebut Daeng Amhar di ruangan Vip Room Bandara Sipil Raden Sadjad, Selasa (21/6).

Dikatakan Daeng Amhar keinginan masyarakat Natuna, agar harga tiket pesawat yang melayani rute dari dan ke Natuna agar dapat turun dan terjangkau oleh masyarakat.

“Permintaan masyarakat agar harga tiket normal, atau berkisar Rp1 Jutaan,” kata Daeng Amhar.

Bila keluhan dari masyarakat tak ditanggapi oleh pihak maskapai Wings Air dan NAM Air, pihaknya akan memanggil kembali management maskapai tersebut.

“Kalau management maskapai tersebut tak merespon keluhan masyarakat ini tentunya sangat disayangkan sekali. Dan mungkin juga akan kita panggil untuk rapat lagi,” ujar Daeng Amhar.

Dan dalam waktu dekat ini tambah Daeng Amhar, DPRD Natuna akan menjumpai DPRD Provinsi Kepri dan DPR RI untuk membahas harga tiket pesawat yang mahal dan dikeluhkan oleh masyarakat.

“DPRD Natuna akan menggunakan cara politiknya untuk menjawab keluhan masyarakat ini,” tambah Daeng Amhar.

Sementara itu, Komandan Lanud Raden Sajdad, Kolonel Pnb Jajang Setiawan menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah sedikit pun ikut campur tangan atas penjualan tiket pesawat.

Selama ini terang Kolonel Pnb. Jajang Setiawan masyarakat berasumsi mahalnya harga tiket pesawat karena ada campur tangan pihak TNI AU Pangkalan Lanud Raden Sadjad.

“Perlu kita sampaikan dan di ketahui oleh masyarakat, tidak benar pihak TNI AU Lanud Raden Sadjad ada campur tangan atas mahalnya harga tiket dari dan ke Natuna. Bahwa TNI AU tidak punya kewenangan untuk menentukan harga tiket, itu semua terjadi dalam mekanisme maskapai penerbangan,” tegas Kolonel Pnb.Jajang Setiawan

Lanud Raden Sadjad sambung Kolonel Pnb Jajang Setiawan, selalu mendukung penerbangan domestik di daerah perbatasan ini.

“Bahkan Lanud Raden Sadjad mengupayakan agar penerbangan ke Natuna dapat di tambah lagi, seperti hari libur yaitu hari Minggu,” sambung Danlanud Raden Sadjad itu.

Terpisah, Station Manager Wings Air Natuna, Syamsul Bahri mengatakan, ketentuan harga tiket pesawat telah ditetapkan oleh manajemen perusahaan.

“Hal itu berdasarkan perhitungan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (Ppn) menjadi 11 persen, biaya Avtur, jarak tempuh penerbangan, serta suku cadang pesawat,” kata dia.

Atas keluhan masyarakat ini ujar Syamsul Bahri, pihaknya akan berkoordinasi ke manajemen untuk menurunkan harga tiket rute dari dan ke Natuna dalam waktu dekat.

“Dikarenakan harga tiket Natuna berada di atas ambang batas, kita upayakan untuk murah dan terjangkau. Semoga bisa disetujui oleh manajemen pusat,” kata Syamsul Bahri. (maz)