POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Tersangka Penipuan 400 Orang Investasi Bodong, Diamankan Satreskrim Polresta Barelang

Tersangka saat diamankan polisi.

BATAM, POSMETRO.CO : Sebanyak 400 orang menjadi korban investasi bodong yang dikelola oleh pelaku berinisial SY warga Batuaji Batam.

Pelaku sempat melarikan diri ke Perum Mutiara Puri Harmoni 3 Blok E2 No 4, Bekasi, Jawa Barat dan dijemput tim Satreskrim Polresta Barelang, Rabu (8/6/2022).

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanti mengatakan, kasus penipuan investasi bodong ini berawal dari adanya laporan lisan dari 18 warga Batam yang menjadi korban penipuan pelaku SY.

“Ada 18 orang yang melapor kepada kita tapi mereka belum laporan resmi cuma mereka merasa ditipu pelaku berinisial SA. Mereka sudah berusaha menghubungi pelaku tapi tidak aktif dan susah dihubungi. Kita langsung lakukan penyelidikan. Setelah kita kembangkan pelaku ada di Bekasi dan langsung kita jemput,” ujar Nugroho.

Diungkapkannya, dalam aksinya pelaku SY bekerjasama dengan SA seorang selegram untuk merekrut calon peminat investasi yang dikelolanya.

“Modusnya yaitu dalam suatu investasi bodong yang di mana pelaku ini kerjasama dengan seorang selegram atas nama SA, yang masih kita dalami keterlibatan yang bersangkutan. Pelaku menawarkan investasi dengan mendapatkan keuntungan sekitar 25 sampai 30 persen,” ungkap Nugroho.

“Pelapor SI yang melapor menginvestasikan uangnya sekitar Rp10 juta dalam waktu 20 hari bunga sebesar 20 persen, awalnya lancar dibayar, yang kedua karena ini lancar ya korban menanamkan investasi lagi dalam bentuk uang yaitu sebesar Rp 15 juta Rupiah  dalam waktu 20 hari hari akan diberikan bunganya dan uang dikembalikan 20 persen masih lancar, baru yang  ke tiga korban menanamkan modal sekitar Rp8 juta mulai macet,” sambung Kapolresta.

Usai melakukan pengembangan dari korban dan pelaku, akhirnya terungkap yang menjadi korban penipuan sebanyak 400 orang dengan total kerugian sebesar Rp10 miliar rupiah yang berhasil diraup pelaku.

Polisi mengamankan aset  dan barang bukti yang dimiliki pelaku dari hasil melakukan penipuan terhadap korban diantaranya, 2 rumah mewah dan 2 kendaraan roda 4 yang statusnya masih kredit, 14 kartu ATM, buku tabungam, Macbox Apple, uang Rp 3 juta, 7 tas bermerek, 2 iPhone berkas bukti transaksi investasi.

SY melakukan aksinya sejak 2019 dengan memulai dari program arisan. Karena tidak berkembang dan rugi, akhirnya pelaku beralih ke investasi bodong mulai agustus 2021.

Kapolresta menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap ajakan berinvestasi, yang menjanjikan dengan iming-iming keuntungan besar.

“Hati-hati Jangan sampai kita terjerumus yang niatnya kita iingin untung besar dengan  menginvestasikan, ternyata itu penipuan,” imbaunya.

Akibat ulah pelaku, polisi menjerat pasal 378 pasal 378 atau 37 tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengaj ancaman hukuman 4 tahun penjara. (abg)