POSMETRO.CO Metro Kepri Karimun

Di Karimun Hampir 5 Ribu Pegawai Honorer Terancam Nasibnya

Pegawai Non ASN atau Honorer saat mengikuti apel dihadapan Bupati Karimun, H Aunur Rafiq terkait kebijakan pemerintah pusat soal penghapusan honorer. (Foto-Ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Kebijakan pemerintah pusat yang menghapus tenaga honorer atau pegawai Non ASN sejalan dengan amanat yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) 49/2018 tentu menyisakan permasalahan baru. Di Kabupaten Karimun sendiri tercatat Non ASN yang dibiayai Pemerintah Daerah Mencapai 10.177 orang. Dari jumlah itu hampir 5 ribu orang dinyatakan akan terancam nasibnya dengan kebijakan pemerintah pusat tersebut.

Hal ini disampaikan Bupati Karimun, H Aunur Rafiq dalam apel pagi bersama pegawai Non ASN dan CPNS di halaman Kantor Bupati Karimun, Kamis (9/6) pagi. Dalam kesempatan itu juga Rafiq menyerahkan Surat Keputusan (SK) sebanyak 577 pegawai CPNS dan P3K.

“Jumlah total ada 10.177 orang yang dalam penggajianya dibiaya pemerintah daerah, dari jumlah itu yang terdampak dari amanat peraturan yang dibuat pemerintah pusat hampir 5 ribuan yang terdiri dari pegawai Kontrak dan pegawai Insetif,” ucap Rafiq.

Dirincikanya, jumlah ASN di Kabupaten Karimun hingga saat ini mencapai 3.257 orang. Sementara Non ASN yang ditanggung pemerintah mencapai 10.177 orang.

Jumlah APBD yang tersedot untuk belanja pegawai ASN dan Non ASN yang terdiri dari pembiayaan gaji dan tunjangan bagi seluruhnya mencapai Rp558 Milyar. Dengan rincian untuk belanja pegawai ASN sebesar Rp412 Milyar. Dan belanja Pegawai Non ASN sebesar Rp146 Milyar.

“Bayangkan jumlah yang cukup besar, sekitar 44.82 persen dari APBD Karimun digunakan untuk belanja rutin, tentunya mempengaruhi belanja pegawai kita. Namun selama ini tidak ada yang kami rumahkan. Karena saya bersama pak Anwar Hasyim serta tim BKDSDM selama ini berusaha agar tidak terjadi yang bisa berdampak terjadinya banyak pengangguran tentunya, di karenakan saat ini untuk mencari kerja di industri sangat sulit diperlukan sertifikasi keterampilan dan itu sudah kami lakukan dan berhasil, jadi hilangkan semua prasangka buruk apa yang saya dan pak wakil Bupati lakukan selama ini justru tetap memikirkan semuanya,” tukas Rafiq lagi.(ria)