POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

STIT Internasional Muhammadiyah Batam: Mendorong Generasi Muda Memahami Bahasa Akhirat

 

“Ini Ikhtiar membumikan bahasa Al-quran dan Mimpi kami: Generasi kedepan memahami bahasa akhirat,” petikan ini menjadi kalimat penyemangat yang disampaikan oleh Ketua STIT Internasional Muhammadiyah Batam, Arifuddin Jalil S.Ag., M.I.Kom.

Baginya, salah satu ikhtiar yang dilakukan oleh Kampus Muhammadiyah untuk mendorong generasi muda belajar dan memahami bahaas Alquran dengan menggelar Akademi Bahasa Arab dan memberikan bea siswa untuk mereka yang berprestasi.

“Bagaimana bisa khusyuk salat, jika tidak memahami arti bacaan. Maka, belajar bahasa Arab menjadi lebih utama dibandingkan bahasa lainnya untuk umat. Ini Tanggungjawab moral kita, agar generasi saat ini tidak hanya jago bahasa Inggris, tapi juga mampu menguasai bahasa Arab,” ujarnya menambahkan dalam sambutan saat menggelar lomba Akademi Bahasa Arab (AKBAR) yang melibatkan peserta tingkat MA/SMA sederajat se-Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), di pertengahan April lalu.

Menurutnya, hadirnya STIT Muhammadiyah di Batam untuk membantu pemerintah dalam mendidik dan mensyiarkan Islam, yang Insya Allah lulusan Sekolah Tarbiyah Muhammadiyah pertama di Batam itu akan mencetak para mubaligh.

Saat ini Kampus Muhammadiyah yang berlokasi di Kelurahan Kibing, Batuaji ini, memiliki dua prodi: Pendidikan Bahasa Arab dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Lulusan dari lembaga ini tentulah didik untuk menjadi guru agam yang mempuni. Memahami sebagai aspek studi Islam yang lengkap.

“Tak hanya menjadi guru yang memapu memahami studi Islam, tapi juga dididik menjadi pendakwah yang andal. Begitu juga untuk Pendidikan Islam Anak Usia dini. Kami melihat di Batam ini masih banyak tenaga pendidik untuk anak usia dini yang masih tamatan setingkat SMA, STIT ini menjadi lembaga yang bisa meningkatkan kwalitas pengajar yang juga pasti akan berefek pada generasi muda,” ujarnya.

Begitu juga dengan tenaga pengajarnya. Kapasitasnya sudah tidak diragukan lagi. “Tentulah karena konsen kami di bahasa Arab, banyak tenaga pengajar kami lulusan dari Kairo, yang bergelar LC. Ada juga beberapa yang dari alumni UIN di Jogja dan Pekan Baru,” Arjal menegaskan.

Artinya STIT Internasional Muhammadiyah Batam ini sangat siap untuk melahirkan tenaga-tenaga pengajar dalam pendidikan Islam yang mempuni. Bahkan di dalam Kampus sendiri banyak sekali program-program yang sangat melengkapi dengan keilmuan yang ada. Salah satu contohnya saja, Akademi Bahasa Arab yang digelar Ramadan lalu. Pemenangnya menurut Arjal akan mendapatkan bea siswa. “Gratis SPP,” ucapnya.

Dan di tahun ini ada pula program pondok pesantren. Dari pihak Kampus mencari 30 orang yang siap untuk melanjutkan kuliah dan dibiayai sampai lulus dengan syarat bersedia mondok di STIT Internasional Muhammadiya Batam. “SPP-nya sudah ada yang bayar,” kata Arjal menjelaskan. Mahasiswa yang mondok ini nantinya akan disiapkan satu kelas khusus, dididik dipersiapkan untuk menjadi pendakwah yang handal. Dan tentunya juga sangat menguasai studi Islam itu sendiri.

Tak hanya program, fasilitas kampus tentunya juga akan menjadi penunjang nyamannya kegiatan belajar dan mengajar untuk sebuah lembaga pendidikan. Begitu juga di STIT Internasional Muhammadiya Batam ini. Bangunannya terdiri dari tiga lantai. Ruangan ber-AC, dan lahan yang tersisa untuk proses pembangunannya masih sangat luas.

“Ini bukti keseriusan sebuah lembaga pendidikan dari Muhammadiyah,” kata Arjal. Katanya masih ada delapan hektare lahan yang tersisa untuk pengembangan kampus.

Dan yang terakhir soal biaya pendidikan. Di STIT ini lumayan terjangkau dan terhitung murah dibandingkan sejumlah lembaga pendidikan lainnya. Untuk pendaftaran masuk menjadi mahasiswa di sini tak lebih dari Rp1 juta. “Formulir pendaftaran Rp150 ribu, dan uang pendaftarannya Rp850 ribu. Tidak ada uang pembangunan karena saat ini kami belum ada proses pengembangan pembangunan,” Arjal menjelaskan.

Untuk biaya kuliahnya pun relatif terjangkau. Dalam satu semester biaya SPP hanya Rp3 juta. “Dan bisa dicicil. artinya satu bulan kan cuma Rp500 ribu saja,” kata Arjal lagi.

Demi mendorong generasi muda belajar dan memahami bahasa Alquran sebagai ikhtiar, Kampus Muhammadiyah Batam membumikan bahasa Arab.
Bahasa Arab sangat penting untuk umat Islam, karena ibadah salat dan ibadah lainnya wajib menggunakan bahasa arab.

“Dan Bagaimana bisa khusyuk kita shalat, jika tidak memahami arti bacaan. Maka belajar bahasa Arab lebih utama dibandingkan bahasa lainnya untuk umat. Ini tanggung jawab moral kita, agar generasi saat ini tidak hanya jago bahasa Inggris, tapi juga mampu menguasai bahasa Arab. Ini komitmen kampus STIT Muhammadiyah Batam,” ucapnya.

Namun yang perlu menjadi perhatian menurut Arjal menjadi pengajar di dunia pendidikan Islam ini juga menjadi bekal di akhirat kelat. Tidak hanya semata memberikan manfaat di dunia. “Ini akan menjadi bekal amal jariyah kita,” ujarnya.***