POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Produk Lapas Perempuan Batam Tembus Amerika

BATAM, POSMETRO.CO : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) perempuan Batam, terus  berbenah melakukan inovasi dan melahirkan prestasi.

Selain membenahi pelayanan infrastuktur seperti ruang layanan jenguk keluarga dengan para tahanan yang refresentatif, dilengkapi dengan aturan wilayah bebas korupsi (WTB), Lapas Batam juga menciptakan binaanya yang produktif.

Salah satu produksi karya warga binaan Lapas Perempuan Batam yang membanggakan diantaranya,  pembuatan masker dan pakaian boneka yang bisa menembus pasar Negara Amerika.

Kepala Lapas Perempuan Batam  Nebi Viarleni menjelaskan, momentum karya binaannya bisa menembus pasar Amerika berkat kerjasama pihak Lapas Perempuan Batam, dengan penggiat anti narkoba Cinderela yang bersepakat untuk memamerkan produk binaaannya di Amerika.

“Jadi pada waktu itu, Cinderela Indonesia, ada kerjasama dengam Negara Australia dalam pengembangan batik, masker dan boneka. Berkaitan pengembangan skil Cinderalela dalam penanggulangan kasus narkotika. Kami mendapat tawaran dari Cinderela produk masker dan pakaian boneka  untuk dipamerkan di New York Fashion and Art  Amerika, hasilnya alhamdulillah ada permintaan dari pasar Amerika hingga sekarang,” terang Nebi.

Dikatakan Nebi, dari hasil yang diprleroleh dari produksi yang dijual kepasaran bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh warga binaanya, baik secara materi maupun secara kemampuan.

“Ya hasilnya kita berikan haknya kepada warga binaan. Sisanya disisihkan untuk uang pembinaan dan pengembangan. Mereka senang, selain bisa terampil juga bisa dapat hasil untuk memenuhi kebutuhannya dan bisa menabung,” jelasnya.

“Yang terpenting bagi kami, setelah bebas keluar bisa mempersiapkan diri dengan memiliki keahlian. Sehingga bisa menjadi modal membantu memenuhi kebutihan dirinya dan keluarga. Kebanyakan yang ada disini broken home, kurang mampu, ditinggal suaminya. Untuk itu saat keluar bisa menjadi tulang punggung keluarga,” sambung Nebi.

Tidak hanya memproduksi masker dan pakaian boneka, warga binaan Lapas Perempuan Batam juga memproduki roti dan kue dan jasa laundry yang sudah memiliki pelanggan.

Atas preatasinya dalam membina tahanan yang mayoritas karena kasus Narkoba, pihaknya mendapat penghargaan sebagai Lapas Perempuan terbaik ke dua se Indonesia dalam kategori kerjasama  terbanyak dengan 26 kerjsama dengan berbagai lembaga.

Tidak hanya membina keterampilan, disebutkan Nebi, pihaknya lebih menekankan pada pembinaan rohani warga binaannya agar bisa kembali lebih baik.

“Kita rubah kepribadiannya menjadi lebih baik,  meningkatkan ibadahnya, kedisplinan juga, seperti setiap hari harus upacara, bersih-bersih kamar,” kata Nebi.

Nebi mengungkapkan, pihaknya akan merasa dinilai berhasil jika warga binaannya tidak mengulangi lagi kesalahannya dan kembali ke Lapas untuk menjalani hukuman.

“Prestasi besar kami dinilai berhasil, jika warga binaan tidak balik lagi ke lapas. Tidak menyumbang masalah baru, yang saya takut lapas jadi sekolah tinggi kejahatan yang tidak membuat jera,” ungkapnya. (abg)