POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Rudi: Tidak Ada Larangan Tambah Rombel

Walikota Batam, HM Rudi.

BATAM, POSMETRO.CO: Menanggapi persoalan daya tampung siswa di sekolah negeri memang terbatas, Wali Kota Batam Muhammad Rudi menegaskan bahwa setiap pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) selalu melebihi kuota yang tersedia.

Maka dari itu, kebijakan yang diambil dengan penambahan rombongan belajar (Rombel) atau menambah jumlah siswa per kelas. Hal itu menjadi solusi dalam mengatasi keluhan dari orangtua.

“Tidak ada yang larang untuk tambah Rombel. Kalau mereka demo siapa yang tanggungjawab. Jadi jangan asal bicara kalau tidak tahu dan paham keadaan,” tegas Rudi, Kamis (2/6).

Jelas Rudi, jika mengikuti aturan yang ditetapkan, sudah pasti banyak peserta didik tidak tertampung karena jumlah data tampung yang terbatas. Kondisi ini berbeda dengan jumlah pendaftaran yang membludak setiap tahunnya

“Jadi tidak ada larangan, karena saya Wali Kota mereka, dan mereka adalah rakyat saya. Kalau bisa semua ikut aturan saya sangat senang sekali. Tapi kalau sudah ribut, demo, apa solusinya itu yang kami cari. Jadi bukan sekedar asal ambil kebijakan,” tegas Rudi lagi.

Rudi menyebutkan semua proses PPDB dijalankan sesuai dengan aturan dari Kemendikbud. Usai seleksi dilakukan jumlah yang tidak tertampung masih mencapai ribuan orang. Setiap dalam kesempatan selalu disampaikan untuk mendaftar ke swasta. Namun fakta di lapangan semua mau ke negeri, dengan alasan tidak sanggup biaya dan selain itu gratis.

“Kami sudah menjalankan prosedur sesuai dengan aturan. Bahkan pendaftaran di buka online biar memudahkan dan transparan. Hasilnya yang tidak lolos pasti ribut. Ini yang kami dudukan dan cari solusinya,” beber Rudi.

Sementara ini semua pelaksanaan PPDB berjalan sesuai dengan rencana. Untuk mereka yang tidak tertampung belum bisa diprediksi berapa banyak jumlahnya. Dan seperti apa kebijakan yang diambil nanti.

“Ikuti saja dulu jalurnya. Kalau tidak tertampung juga pasti aja solusinya,” jelasnya dia.

Sebelumnya, keterbatasan daya tampung sekolah, dalam rancangan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD dan SMP tahun ajaran 2021-2022 di Kota Batam kembali dikritik Komisi IV DPRD Kota Batam.

Dalam rapat yang digelar waktu lalu, Disdik Batam mengaku bahwa daya tampung sekolah tahun ini belum mencukupi untuk menampung seluruh peserta didik baru. Berdasarkan data dari Disdik Kota Batam, ada sebanyak 23.807 calon peserta didik usia 6-7 tahun yang diperkirakan akan masuk SD. Kemudian, 21.204 siswa tamat SD yang akan naik ke jenjang SMP.

Sementara itu, untuk daya tampung keseluruhan untuk SD hanya 13.572 kursi, dan SMP hanya memiliki daya tampung 20.187 kursi. Jika, dihitung dalam satu rombongan belajar (rombel) kapasitas maksimalnya 36 siswa. Dengan demikian, ada sekitar 10.235 calon siswa SD, dan 1.017 calon siswa SMP yang terancam tidak tertampung.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam Udin P. Sihaloho, mempertanyakan solusi yang disiapkan Disdik Batam terkait keterbatasan daya tampung peserta didik baru tersebut. Ia menilai, kelebihan jumlah calon peserta didik yang belum tertampung hanya dapat diselesaikan melalui dua solusi. Antara lain, menambah daya tampung siswa per rombel dan mendorong distribusi siswa ke sekolah-sekolah swasta.

Namun, untuk opsi terakhir, daya tampung juga masih terhitung terbatas. Selain itu, di situasi pasca pandemi Covid-19 yang sedikit banyak berdampak pada perekonomian masyarakat ini, para orangtua kemungkinan lebih memilih memasukkan anaknya ke sekolah negeri karena masalah biaya.

“Kalau dari Disdik sendiri melihat daya tampung tahun ini tetap akan ada kekurangan. Tapi mereka tetap berupaya dengan ruang kelas yang ada, agar tetap bisa tersedia,” beber Udin saat itu. (hbb)