POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Pembangunan Container Yard Pelabuhan Batuampar Lanjut Tahun Ini

BATAM, PM: Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar menyampaikan, volume Pelabuhan Batuampar pada tahun 2021 mencapai 510 ribu TEUs, angka tersebut mengalami kenaikan 17,8 persen dibanding tahun lalu. Sementara itu, valume seluruh pelabuhan di Batam mencapai 610 ribu TEUs.

Untuk itu, BP Batam melanjutkan pembangunan container yard seluas 1,8 hektar di Pelabuhan Batuampar, Batam, Kepulauan Riau. “Tahun lalu telah rampung seluas 2 hektar. Untuk lanjutan, pengerjaan diperkirakan akan selesai pada pertengahan tahun ini,” kata Dendi, di ruang humas BP Batam, Senin (23/5). Kemudian masih ada 10 hektar lagi yang direncanakan untuk dibangun.

Sehingga masih ada 8,2 hektar lahan yang akan dibangun untuk menjadi container yard. Di samping itu, pihaknya juga sedang melakukan pendalaman arus atau dredging hingga minus 12 mLWS.

Dengan begitu, pada tahun depan diperkirakan kedalaman rata-rata dari 2/3 wilayah alur laut bisa minus 12 mLWS. Sehingga kapal-kapal lebih besar bisa masuk ke alur pelayaran Batuampar.

“Kedalaman pelabuhan Batuampar berkisar minus 3 hingga minus 13, jadi kapal-kapal besar tidak bisa masuk berbarengan, harus mengantri di dermaga selatan, karena bagian itu saja yang bisa dimasuki kapal besar,” jelasnya.

Lanjut Dendi, padahal panjang dermaga pelabuhan Batuampar mencapai 1.950 meter. Namun tidak dapat digunakan untuk memarkirkan kapal karena harus memperhatikan faktor keselamatan.

Selain itu, untuk meningkatkan pelayanan bongkar muat di Pelabuhan Batuampar, BP Batam telah memesan satu unit container crane. Saat ini, operasional bongkar muat di pelabuhan menggunakan mobile crane.

Crane tersebut hanya mampu melakukan bongkar muat sebanyak 8 kontainer per jam. Sedangkan dengan container crane yang dipesan tersebut bisa melakukan bongkar muat hingga 24 kontainer per jam.

“Jauh lebih efisien, misalnya ada 250 kontainer yang masuk, dengan crane yang baru itu, bisa dilakukan dalam waktu 10 jam, namun kalau yang lama hanya bisa dalam waktu 31 jam,” kata Dendi yang didampingi Kabag Humas Sazani.

Dendi menyebut, proses pemesanan crane tersebut sudah masuk tahap produksi, dan diperkirakan tiba di Batam pada akhir tahun ini. Selanjutnya pada tahun depan juga akan dipesan crane yang sejenis. (cnk)