POSMETRO.CO Nasional Daerah

Konferensi Nasional Perlindungan Anak 2022 Berupaya Melindungi Anak Indonesia Pasca Pandemi Covid -19

posmetro.co — Jakarta: Dalam rangka menyambut hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei 2022, ECPAT Indonesia, Yayasan PKPA dan JARAK berharap kegiatan Konferensi Nasional ini menjadi momentum dalam terbangunnya sinergi antara para pengambil kebijakan mengenai perlindungan anak online di tingkat nasional dan lokal di Indonesia, dan terbentuknya kolaborasi antara private sector dengan penggerak perlindungan anak yang masih minim dalam menggerakkan isu perlindungan anak online di Indonesia, yang dapat memberikan perlindungan bagi anak pasca pandemi Covid-19 di Indonesia, agar anak-anak Indonesia bisa terlindungi dalam segala bentuk eksploitasi ekonomi dan seksual baik secara daring dan luring.

Berikut adalah rekomendasi yang disampaikan oleh ECPAT Indonesia, Yayasan PKPA dan JARAK dalam upaya perlindungan anak di Indonesia pasca covid-19 :
Penegakan hukum yang tegas dalam penanganan kasus-kasus eksploitasi ekonomi dan eksploitasi seksual secara daring dan luring.

Pemerintah Indonesia mengirimkan laporan rekomendasi nasional terkait dengan perlindungan anak dalam eksploitasi ekonomi dan seksual secara daring dan luring ke Komite Hak Anak PBB. Pemerintah Indonesia juga perlu membangun pusat data nasional yang valid dan dapat di akses secara mudah oleh masyarakat untuk memenuhi hak dan perlindungan anak dari eksploitasi anak di Indonesia. Pemerintah Indonesia wajib membangun sistem perlindungan dan pencegahan pekerjaan terburuk bagi anak termasuk pekerja rumah tangga anak (PRTA). Pemerintah kota dan desa berkomitmen untuk membuat kebijakan larangan kepada sektor
industri swasta untuk tidak mempekerjakan anak.

Setelah selesai konferensi nasional dilanjutkan konferensi pers oleh Maria Clara Bestiani dari Yayasan JARAK, Kumala Dewi dari PKPA dan Dr. Ahmad Sofyan SH,MH koordinator ECPAT Indonesia.

“Kami berkoalisi membuat konferensi nasional dan bekerja sama dengan Kemenko PMK dihadiri 200 peserta dan 28 pembicara. Kegiatan dilaksanakan dua hari dari tanggal 18 hingga 18 Mei 2022,” ujar Dr.Ahmad Sofian,SH,MH selaku koordinator ECPAT Indonesia saat konferensi pers di Jakarta Kamis (19/05/2022).

“Eksploitasi seksual di ranah online semakin memprihatinkan , baik secara global dan nasional. Berdasarkan penelitian banyak kasus Grooming ditemukan saat anak- anak membuka aplikasi online, yaitu ajakan pelaku membujuk anak- anak membuka pakaian saat online dengan alasan pencarian bakat. Ajakan kencan online para remaja oleh orang dewasa dan berujung pemerasan, kiriman gambar- gambar pornografi juga banyak dilakukan oleh orang dewasa ke anak- anak dan remaja,” ungkapnya.

Menurut Kemala Dewi, perlu rehabilitasi untuk korban agar tidak terjadi trauma, penanganannya harus dilakukan secara konfrehensip, termasuk pelecehan seksual di institut pendidikan.

“Dengan adanya dana desa, kepala desa memasang wifi gratis di kantor desa dengan tujuan anak- anak dapat belajar online secara gratis tak perlu beli kuota internet, namun kenyataan dilapangan berdasarkan survei wifi gratis banyak disalahgunakan, justru dipakai untuk membuka konten- konten porno. Hal ini harus selalu diawasi agar tidak berakibat fatal,” papar Ahmad sofyan.

Untuk pengaduan pekecehan seksual bisa pengaduan ke SAFA 129 nanti ditindak lanjuti dan kami akan melakukan pendampingan untuk korban,” pungkasnya.
(lina)