POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Dua Korban Kecelakaan Menuntut Keadilan

Kelvin Oh, salah satu korban yang mengalami luka parah dibagian paha kirinya hanya bisa berbaring di tempat tidur, Baloi Indah, Lubukbaja, Rabu (20/4).

>>>Lik Khai: Minta Kepolisian Terus Proses Secara Hukum

BATAM, POSMETRO.CO : Dua korban kecelakaan lalu lintas di Simpang Empat bagian bawah Jembatan Fly Over Laluan Madani, meminta keadilan dari pihak kepolisian untuk menindaklanjuti kasus yang menimpa mereka.

Ketegasan ini disampaikan salah satu korban yang bernama Kelvin Oh (21). Ia mengaku, kecewa dengan kasus yang menimpa dirinya. Kerena si penabrak tidak memiliki intikad baik. Ia meminta kepolisian untuk menindak tegas dan melanjutkan kasus tersebut.

“Saya meminta bantuan perkara ini kepada semua pihak. Karena pelaku (Penabrak) tidak bertanggungjawab. Dan kepolisian gak ada kelanjutan dari perkara ini,” ucap Kelvin saat ditemui di kediaman nya di Baloi Indah, Rabu (20/4) sore.

Ia menyebutkan, sudah 6 bulan lebih dirinya terbaring di tempat tidur, karena luka berat di bagian paha sebelah kiri. Meskipun sudah melakukan operasi sekali, luka tersebut memerlukan operasi lanjutan untuk memperbaiki struktur tulang pahanya yang patah.

Untuk berjalan saja ia harus menggunakan tongkat atau dipapah. Bahkan, akibat kecelakaan tersebut, dirinya sudah tidak bekerja lagi.

“Sampai saat ini sudah 6 bulan lebih saya kek gini. Si pelakunya itu tidak ada tanggungjawab sama sekali. Itupun sekali dia datang, baru-baru ini. Karena, kita buat laporan kepolisian, polisi mengarahkan dia (Penabrak) melihat kondisi kami,” kesal Kelvin yang didampingi sang Ayah Steven Oh dan kuasa hukum kedua korban.

Ia bercerita, kecelakaan terjadi pada tanggal 19 Oktober 2021 lalu. Saat itu, keduanya melaju dari arah Batuampar menuju Tiban, Sekupang dengan menggunakan sepeda motor Yamaha N Max Nopol BPBP 5361 QA yang dikemudi Kelvil Oh dan Dawit melewati Simpang Empat bawah Fly Over Laluan Madani.

Namun, tiba-tiba sebuah mobil Suzuki dengan plat nomor BP 1814 JQ warna putih melaju dari arah Kepri Mall, namun malah melaju lurus ke arah Batuampar. Di mana seharusnya sesuai rambu-rambu jalan berbelok menuju ke Batamcentre. Akibatnya, kedua korban terbanting keras di depan lampu merah. Hal ini terekam oleh CCTv yang terpasang di jalan tersebut.

Kekecewaan yang sama juga diutarakan Dawit (25), yang juga menjadi korban. Bahkan, saat dirawat di Rumah Sakit Awal Bros, si penabrak tidak pernah menjenguk keduanya. Dawit terluka parah di bagian area pinggul dan hanya bisa terbaring. Untuk bergerak, dia harus menggunakan tongkat atau dipapah.

“Baru operasi sekali, ini mau operasi lagi. Untuk bergerak saja saya susah. Saya gak bekerja lagi akibat kecelakaan ini,” beber Dawit di kediamannya di Greenland Batamcentre.

Kejadian tersebut, menjadi perhatian anggota DPRD Kota Batam Lik Khai. Ia berharap kepolisian harus terus memproses kasus ini hingga tuntas.

Karena, saat ini kondisi kedua korban kecelakaan tersebut sangat memperihatinkan. Lik Khai juga mengutuk keras kepada pelaku penabrak yang tidak memiliki perhatian dan tanggungjawab kepada korban.

“Kita mengharapkan kepolisian terus proses secara hukum. Tidak ada istilah kecelakaan itu ada yang dinyatakan salah atau benar. Perikemanusiaan itu yang penting. Kita akan follow up terus kasus ini sampai tuntas” tegas Ketua Komisi I DPRD Kota Batam itu.

Melihat kejadian ini, pihaknya akan segera melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan memanggil semua pihak, termasuk kepolisian, si penabrak, saksi, dan termasuk keluarga korban. Lik Khai berharap kasus ini harus diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Kita akan panggil semua. Tidak ada di Indonesia ini yang kebal hukum. Kita mengharap kepolisian bertindak secara adil dan tegas. Tidak ada istilah panjang ke bawah tumpul ke atas. Karena ini menyangkut masa depan korban,” ucapnya tegas.

Di lokasi yang sama kuasa hukum kedua korban yakni, Tantimin didampingi rekannya Jenni Lumbantobing mengaku, pihaknya sudah menyurati kepolisian untuk segera memproses kasus tersebut. Karena, pihaknya sudah mengumpul alat-alat bukti yang cukup untuk melanjutkan perkara ini.

“Kita kuasa hukum sudah menyurati Kapolresta dan Kasat Lantas mengenai perkara ini dan harus dituntaskan. Mereka beralasan perkaranya masih lidik padahal menurut hukum buktinya sudah cukup,” terangnya.

Adapun alat bukti yang sudah ada di antaranya keterangan saksi, rekaman CCTv, surat keterangan ahli yang bersangkutan di rumah sakit, dan hasil visum yang menyatakan bahwa Kelvin dan Dawit adalah korban kecelakaan. Namun, kenyataannya kata Tantimin, kasus tersebut lamban diproses. Hal inilah menjadi pertanyaan pihaknya.

“Semua alat bukti sudah ada. Tapi kenapa, perkara ini tidak naik-naik. Ada apa? Hal ini yang kita pertanyakan. Kita minta kasus ini diproses dan dituntaskan. Jangan sampai kasus ini berlarut-larut. Jawaban dari kepolisian belum ada, kita masih menunggu,” ucapnya.

Ia berharap kepolisian bertindak tegas kepada pengendara mobil Suzuki. Karena, ada dua orang yang menjadi korban akibat kelalaian si penabrak. Selain itu, keduanya juga kesulitan dalam beraktivitas dan tidak bekerja lagi.

“Si penabrak baru sekali bertemu kedua korban. Itupun, karena kita buat laporan kepolisian. Saat kecelakaan terjadi sudah ada laporan tapi yang buat kepolisian. Kita mau kedua korban mendapatkan keadilan,” pungkasnya. (hbb)