POSMETRO.CO Metro Kepri Karimun

Armin: Tak Ada Limbah Minyak Hitam itu, Jangan Mengada-ada

MT Tabonangen 19 yang berhasil di apungkan (Salvage). (foto-Ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Tudingan pencemaran limbah minyak hitam di pesisir pantai Baran, Kabupaten Karimun, Kepri akibat dari pengerjaan pengapungan (Salvage) bangkai Kapal MT Tabonangen 19 dibantah keras Pengawas pengerjaan dilapangan, Armin.

Kepada POSMETRO.CO Armin menolak disebut adanya tumpah minyak hitam hingga mencemari perairan tersebut dampak dari proses pengapungan bangkai Kapal MT Tabonangen.

“Nggak ada itu tumpahan minyak. Dan saya disini juga di kejar untuk siapkan pekerjaan ini. Kemudian Ini kan alur jalan patroli. Dan ini pun lelang negara. Dan saya disini posisi nya mengawasi pekerjaan aja,” tulis Armin kepada Posmetro.

Kemudian bagaimana atas reaksi nelayan sekitar atas pencemaran laut inj. Dimana mereka menderita kerugian lantaran tak dapat mencari ikan. Terganggunya aktifitas nelayan membuat para nelayan Menuntut pihak terkait untuk memperhatikan masyarakat nelayan.

“Limbah tumpahan minyak itu nggak ada. Jangan mengada-ngadalah,” tegas Amin kembali.

Sebelumnya ketua HNSI menuding tumpahan minyak hitam yang mencemari perairan Baran dan sekitarnya terjadi akibat proses pengapungan Kapal MT Tabonangen 19 tersebut.

Bahkan HNSI bersama sejumlah nelayan telah melakukan pengecekan ke kapal tangker yang kini sudah berhasil diangkat ke permukaan laut.

“Kita sudah cek, dan ternyata benar adanya limbah minyak hitam itu, begitu juga saat kita ke kapal tersebut juga didapati ada minyak hitam yang sama dikapal itu,” ucap Ketua HNSI Karimun, Abdul Latif.(ria)