POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Diduga Dianiaya di Kantor Properti PT JPK, Korban Lapor Polisi

BATAM, PM: Wanita berinisial Y ini, sudah dua hari ini masih merasakan nyeri di bagian tubuhnya. Bekas luka di kedua lengan tangannya akibat kekerasan dua orang yang tak dikenalnya itu cukup mengganggu kesehariannya bekerja.

“Masih sakit, inipun saya paksain datang ke sini (kantor polisi) karena dipanggil,” ujar wanita muda turunan Thionghoa ini saat ditemui POSMETRO di lobi Satreskrim Polresta Barelang, Kamis (14/4/2022).

Sore itu, karyawan di salah satu perusahaan properti di Batam ini hendak memenuhi panggilan penyidik terhadap kasus dugaan perbuatan tidak menyenangkan dan atau penganiayaan yang terjadi di kantor properti PT JPK di Seraya, Batuampar, Batam, Selasa (12/4) sore.

Ia tak terima atas perlakuan dua pria yang dilaporkannya itu. “Jam pulang kantor, saya ke sana (menyebut nama PT JPK) sambil ngambil surat permohonan soal listrik,” katanya.

Sampai di lokasi Y disuruh ke lantai dua ketemu dengan pria berinisial T, bos di kantor tersebut. “Nggak tahu apa, saya disuruh tanda tangan surat, karena nggak ngerti juga, saya pamit balik. Tapi dicegat, diganggu tak boleh balik, sampai tarik-tarikan tangan, lengan tangan saya sampai luka seperti ini,” kenangnya sambil meringis menahan sakit.

Surat yang disuruh tanda tangan itu, Y tidak tahu itu apa. Hingga terpaksa menolaknya. Terhadap dua pria yang tengah dilaporkannya atas keributan itu, Y tidak tahu apakah yang bersangkutan karyawan di situ atau bukan.

“Tapi saat saya di sana, satu orang ada di bawah dan satunya lagi di lantai atas,” sebutnya. Sadar jadi korban penganiayaan, Y langsung berobat ke RSBP Batam di Sekupang, guna keperluan visum et revertum. Oleh sebab itu, Y berharap, hukum bisa adil kepadanya.(cnk)