POSMETRO.CO Metro Kepri Karimun

Serangan Enceng Gondok di Danau Depan RSUD, Pemerintah Daerah Tak Berkutik?

Kondisi Air danau Depan RSUD M Sani, Karimun nyaris rata tertutup tanaman Enceng Gondok. Gangguan tanaman Gulma Air ini sudah terjadi sejak Februari 2021 lalu.(foto-ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Serangan tanaman Enceng Gondok di Danau bekas galian timah depan RSUD M Sani terus berkembang. Tanaman gulma air ini terus menutupi air danau, diperkirakan hampir 90 persen air danau sudah tertutupi. Satu tahun lebih sudah tanaman Enceng Gondok menyerang, meski pernah dilakukan pembersihan, namun hasilnya jauh dari harapan, pemerintah daerah pun sepertinya tak berkutik mengatasi masalah ini

Upaya untuk membersihkan danau dari Enceng Gondok beberapa kali dilakukan. Bahkan hingga diprakasai TNI Angkatan Laut bekerjasama dengan sejumlah Intansi, hingga para anggota Pramuka pun dikerahkan. Kegiatan yang dilakukan pada Februari 2021 ternyata tak mampu menghentikan Invasi Enceng Gondok. Perkembangan Enceng Gondok pun kian berkembang pesat. Saat itu lebih dari 4 ton Enceng Gondok diangkut dari danau.

Semakin padatnya tanaman Enceng Gondok ini membuat aktifitas masyarakat yang biasa menangkap ikan di sekitaran danau terhenti. Pasalnya masyarakat tak dapat lagi memancing lantaran air danau sudah tertutupi tanaman hijau ini.

Seperti yang diutarakan Anton salah seorang warga yang ditemui Posmetro, Sabtu (9/4) kemarin. Ia mengaku saat ini aktifitasnya terganggu.

“Biasanya mancing disini, sekarang gak bisa penuh dengan Enceng Gondok semua,” ketusnya.

Namun ia masih menggunakan sisa-sisa air danau yang tidak tersentuh Enceng Gondok.

“Ya gini mancing di pinggiran ini, ini yang bisa di gunakan, karena tak ada Enceng Gondoknya,” paparnya.

Sementara terkait serangan tanaman Enceng Gondok di Danau Depan RSUD ini, kepala dinas Lingkungan Hidup, Rita Agustina yang dikonfirmasi Posmetro.co Sabtu (9/4) sore mengatakan pihaknya sudah melakukan kordinasi untuk melakukan pembersihan tanaman gulma air itu.

“Sudah ada rencana nya, dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV atau BWS Kepri akan mengadakan pembersihan, jadi kita di kabupaten karimun akan saling berkoordinasi nantinya LH masih melakukan kordinasi dengan PUPR dalam penanganan ini,” ucap Rita.

Melihat jumlah tanaman itu sangat banyak, Rita juga mengharapakan adanya masukan dari siapa saja yang mungkin mau memanfaatkan enceng gondok untuk dijadikan sesuatu yg lebih bermanfaat.

“Kalau ada yang dapat memanfaatkan tanaman Enceng Gondok ini mungkin dapat bekerjasama dengan kita, sehingga masalah ini dapat cepat terselesaikan,” harapnya.

Menurutnya jika tidak ada aral melintang, dari hasil koordinasi LH dengan PUPR diprediksi pembersihan tanaman Enceng Gondok ini akan terealisasi dalam tahun ini.

“Inshaa Allah tahun ini dilakukan, Gk ada yang gak mungkin. Yok kita harus optimis, semua perkataan baik akan jadi doa,” tutupnya.(ria)