POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Warga Keluhkan Pelayanan Air Bersih yang Dikelola PT Moya

BATAM, PM: Pelayanan air bersih di Batam yang dikelola oleh PT Moya masih kacau dan menjadi keluhan masyarakat Batam. Masalah yang disampaikan juga beragam, mulai dari air yang tidak mengalir di waktu-waktu tertentu dan airnya yang keruh.

Seperti penuturan Megi, warga Tiban Bukit Asri, Sekupang. Masalah air sudah lama dikeluhan keluarganya. Padahal, ia selalu tepat waktu saat membayar tagihan. Namun, pelayanan yang diterima tidak sebanding. “Kalau bayar saya selalu tepat waktu. Tapi air yang mengalir tidak sesuai. Bikin kesal,” katanya, Jumat (25/3).

Ia bercerita, air tidak mengalir setiap pagi, air akan hidup saat sore hari. Hal ini membuatnya harus menampung terlebih dahulu. Ia sampai harus mengerjakan segala sesuatu di malam hari seperti mencuci baju.

“Mau gimana lagi ngerjain semuanya malam. Kalau Senin-Jumat airnya ngalirnya kecil, bahkan gak hidup sama sekali. Apalagi Sabtu-Minggu jangan harap hidup pagi, nanti sore baru hidup,” bebernya.

Megi mengatakan, keluhan ini sudah disampaikan namun tidak ada tanggapan. Ia meminta PT Moya memperbaiki pelayanannya kepada masyarakat bukan mempersulit. Karena, air merupakan kebutuhan yang sangat penting.

“Kalau kek gini terus masyarakat yang susah jadinya. Saya sebenarnya kecewa sama pengelolaan air saat ini. Kalau ngak sanggup jangan kelola air,” ucapnya kesal.

Keluhan yang sama juga ini dirasakan Warga Bengkong Sarmen Lia. Sejak beberapa bulan, air di perumahannya sering mati, bahkan dalam sebulan bisa berkali-kali mati

“Air mati itu sering kali. Bukan tempat kami saja, tapi warga sekitar juga mengalami hal serupa,” ucapnya .

Masih kata Lia, air mati di jam-jam tertentu. Air akan hidup di malam hari, sementara pagi hingga siang tidak mengalir. Hal ini menjadi keluhan masyarakat, karena air tak mengalir di saat aktivitas sedang sibuk.

Sehingga, warga melakukan aktivitas di malam hari seperti mencuci pakaian, mobil, siram bunga dan lainnya. Meskipun, katanya air yang mengalir tidak keruh tapi pelayanan sangat mengecewakan.

“Nanti pelan-pelan hidup pas malam. Jadi aktivitas dilakukan di malam hari, ribetlah pokoknya. Tidak ada pemberitahuan dari Moya kalau mati,” tegasnya.

Masalah ini, pernah disampaikan warga ke PT Moya namun, jawaban yang diberikan tidak memuaskan. Sementara, untuk tagihan diakuinya tidak mengalami kenaikan semua normal.

“Tagihan normal tapi itu tadi pelayanannya tidak bagus. Warga sekitar pernah sampaikan keluhan
pernah pertengahan tahun kemarin,” bebernya.

Sebelumnya, anggota DPRD Kota Batam Utusan Sarumaha juga menyoroti pengelolaan air bersih yang semrawut di Batam. Tegasnya, pengelolaan air belum berjalan sebagaimana yang diharapkan. Karena, masih menjadi keluhan masyarakat karena distribusi air belum normal atau tidak mengalir selama 24 jam.

“Ini merupakan bukti pengelolaan air belum maksimal dilakukan oleh BP Batam yang saat dikelola PT Moya,” tegas Utusan.

Ia menilai, banyaknya keluhan warga menjadi faktor bahwa pelayanan yang diberikan belum betul-betul sempurna. Utusan menjelaskan, air merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat sehingga baik BP Batam bersama PT Moya Indonesia harus berbenah untuk memastikan distribusi air di Batam berjalan secara normal.

“Jangan sampai persoalan ini berlarut-larut. Sehingga, sangat merugikan dan mengganggu aktivitas masyarakat. Belum lagi masyarakat yang tinggal di kavling-kavling yang mengeluh penyambungan air yang membutuhkan biaya fantastis. Jangan sampai harganya memberatkan masyarakat di kavling siap bangun,” pungkasnya. (hbb)