POSMETRO.CO Metro Sport

Jujitsu untuk Beladiri dan Prestasi

Foto bersama usai acara.

>>> Caca: ISJ Batam Luar Biasa!

BATAM, POSMETRO.CO : Puluhan siswa Indonesia Spider Jujitsu (ISJ) Batam menyambut gembira kedatangan Caca.

Pria bernama lengkap Ananda Mauludi Ikhsan ini, adalah Atlet Nasional yang mewakili Indonesia di kancah Asian Games 2018 dan SEA Games 2019 lalu. Caca sengaja diundang ke Batam untuk berbagi teknik dan pengalaman kepada siswa ISJ Batam.

Acara puncak digelar di Aula Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Batam, Minggu (23/1).

“Sebelumnya, selama dua hari, coaching clinic dilakukan di Dojo Kenacha Martial Arts, Batam Kota,” sebut Ketua Panitia, Christiatno Joni, Minggu (23/1).

Chris menyebut, kedatangan Caca ke Batam merupakan mesempatan emas bagi siswa ISJ untuk memperdalam teknik jujitsu, khususnya kategori newaza. Dijelaskan Chris, Caca juga merupakan siswa ISJ yang kini menyandang sabuk coklat.

Caca memberikan materi di Dojo Kenacha Martial Arts, Batam.

Sebagai atlet andalan perguruan ISJ, Caca juga digembleng di club Brazilian Jiu Jitsu hingga kini telah meraih sabuk ungu.

“Selama ini, kami ISJ Batam memang sudah sering berprestasi,” kata Chris.

Tapi, ia menyebut, atlet-atlet ISJ belum berpuas diri. Berbagai prestasi yang sudah diraih itu, rinci Chris, adalah perunggu pada ekshibisi PON XX lalu di Papua. Baru-baru ini, tujuh atlet ISJ Batam yang berangkat ke Bandung untuk mengikuti event Titan Challenge, Open Tournament Brazilian Jiu Jitsu berhasil menyabet tujuh medali. Rinciannya, 2 emas, 2 perak dan 3 perunggu.

Chris juga mengatakan, berada di bawah jaringan SMAC dan Spider Academy, atlet ISJ juga sering berprestasi di cabang olahraga beladiri lainnya, seperti MMA, Kickboxing dan Wushu Sanda.

“Banyak teknik yang harus kami pelajari lagi,” sebut Danang, peraih emas dan perak Titan Challenge. Kedatangan Caca ke Batam membuat Danang makin termotivasi untuk mengasah ketajamannya di ground fight. “Newaza ini merupakan nomor pertandingan yang menjadi favorit saya,” kata siswa yang berlatih di Kenacha Martial Arts, Batam Kota ini.

Ryan, atlet peraih perunggu PON XX menyebut, agenda coaching clinic ini juga disejalankan dengan belt upgrading. Dari puluhan siswa, lima orang di antaranya dinyatakan lulus ke sabuk coklat.

“Termasuk saya sendiri. Ini amanah bagi kami. Sebab, penyandang sabuk coklat ini memiliki kewajiban untuk membuka dojo atau tempat latihan,” ujarnya. Kendati begitu, ini bukan menjadi beban bagi Ryan. Sebab, Ryan dan Danang sudah mulai merintis dojo sejak memegang sabuk biru.

“Bersama Danang, saya sudah membuka DR Dojo di Kabil,” sebutnya.

Selepas acara, Caca menyebut, perkembangan ISJ Batam sangat luar biasa. Tidak hanya tentang jumlah siswa, tapi skil siswa ISJ Batam sangat berkembang pesat.

“Terbukti ISJ Batam bisa berprestasi di ajang-ajang nasional,” katanya. Caca berpesan agara siswa ISJ Batam terus semangat latihan.

“Tanpa semangat, prestasi tak akan bisa diraih,” ujarnya.

Pesan itu disampaikan Caca berdasarkan pengalaman pribadinya. Hasilnya, Caca tercatat sebagai atlet rangking satu nasional. Beberapa event yang diikutinya juga berhasil meraih medali, di antaranya: medali emas Kejurnas 2016, perunggu Slam Cup Thailand Open 2017, emas UAEJJF Thailand National Pro 2018, emas Test Event Road to Asian Games 2018, emas Abu Dhabi Grand Slam Tour Tokyo 2018, emas Springroll Open 2018, emas PON XX Papua, serta emas Titan Challenge Open Tournament.

Rangkaian kegiatan coaching clinic dan kenaikan sabuk ini terselenggara atas dukungan banyak pihak. Satu di antaranya adalah Pembina ISJ Kepri, M Chadafi Nasution SH MH.

“Kegiatan jujitsu ini sangat bermanfaat bagi generasi muda,” kata Chadafi.

Sebagai cabang olahraga beladiri, manfaat utama yang didapat saat rutin berlatih jujitsu adalah membuat tubuh makin bugar.

“Tentunya teknik-teknik yang dipelajari bisa jadi bekal beladiri,” ujarnya. Secara pribadi, ia berusaha untuk terus mendukung dan memotivasi atlet agar terus berprestasi.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Batam, Said Khaidar mengakui, selama Pandemi Covid-19, Dispora tak punya anggaran untuk mendukung kegiatan olahraga dan kepemudaan.

“Tapi jangan patah semangat, teruslah berlatih untuk menggapai prestasi guna mengharumkan nama Kota Batam,” pesannya.

Rozi Juhendra, Pelatih ISJ Batam menjelaskan, di Batam sudah tercatat ratusan siswa ISJ. Namun, sampai saat ini, masih banyak dojo yang belum buka lantaran pengaruh Covid-19, terutama dojo yang ada di sekolah dan instansi pemerintah.

Pria yang akrab disapa Oji ini optimis, tahun 2022 ini, sejumlah dojo akan kembali buka, termasuk beberapa dojo baru.

“Kami juga sudah menyebar jaring dengan membuka dojo di wilayah Bintan,” katanya.

Seperti biasa, usai kegiatan kenaikan sabuk di awal tahun, ISJ kembali membuka pendaftaran bagi siswa baru. Untuk info selanjutnya, bisa menghubungi nomor 0896 5351 9328.

“Minimal usia 6 tahun. Dan, tak ada kata terlambat untuk berlatih. Siswa kami yang baru bergabung ada yang usianya 42 tahun,” sebut pendiri Dojo Kenacha Martial Arts Academy, Batam Kota ini.

Terpisah, Shihan Mahesa Arba mengaku bangga dengan perkembangan ISJ Batam. Sebagai Founder ISJ, ia selalu memantau perkembangan siswa dan prestasi ISJ Batam.

“Ini menjadi catatan tersendiri bagi saya,” katanya.

Sebagai manager Timnas Jujitsu Indonesia pada ajang Asian Games 2018 dan SEA Games 2019 lalu, Mahesa menyebut perkembangan jujitsu di Indonesia sudah sangat luar biasa.

“Termasuk di Batam, khususnya ISJ ini. Saya rasa, tak menutup kemungkinan atlet yang mewakili Indonesia kelak di ajang internasional adalah atlet-atlet dari ISJ Batam,” ujarnya.

Hal ini melihat banyaknya atlet muda di Batam yang tampil luar biasa di event-event nasional.(chi)