POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Batam Masih Berstatus Level 2

Walikota Batam, Muhammad Rudi.(Foto-ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Kota Batam kembali ditetapkan sebagai Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2. Hal ini mengacu pada Intruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) nomor 04 tahun 2022 tanggal 17 Januari kemarin.

Selain Batam, Kota Tanjung Pinang juga ditetapkan level 2. Ada beberapa poin yang masih sama diberlakukan. Antara lain, seperti pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan bisa tatap muka terbatas, Work From Home (WFH) sebesar 50 persen, dan lainnya.

Sesuai kebijakan Imendagri, Pemko Batam mengeluarkan Surat Edaran (SE) Walikota ini berlaku terhitung mulai tanggal 18 hingga 31 Januari 2022. Dan dilakukan penyesuaian berdasarkan hasil evaluasi lebih lanjut dengan mempertimbangkan berakhir masa PPKM berdasarkan ketentuan.

Sementara, Wali Kota Batam Batam Muhammad Rudi menyebutkan, data Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terkonfirmasi positif Covid-19, sudah dikeluarkan dari data Batam.

“Batam seharusnya sudah level 1, hanya saja suratnya belum keluar. Karena, data Covid-19 kita, bahwa PMI tidak dimasukkan ke data Batam,” ujar Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Selasa (18/1) kemarin.

Rudi mengatakan, bahwa kasus positif Covid-19 di Kota Batam sudah melandai. Sebagian, pemetaan berdasarkan se-Kecamatan sudah bewarna hijau hanya satu kecamatan yang kuning.

Capaian ini, tegas Rudi patut disyukuri. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kerja mencegah penyebaran pandemi masih terus dilakukan semua pihak.

“Pandemi ini masih ada, saya harap kita semua tak lengah. Tetap terapkan protkes seperti biasa,” ucap Rudi mengingatkan.

Hal ini diharapkan, karena fluktuasi kasus bisa saja terjadi jika seluruh pihak abai protkes. Selain penerapan protokol kesehatan (prokes), Batam masih gencar melakukan vaksinasi.

“Terkait vaksinasi juga, mari kita sukeskan. Batam sekarang dipercaya untuk melaksanakan vaksinasi booster,” jelas Rudi.

Sementara, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad juga memimpin pembahasan dengan Gugus tugas penanganan Covid-19 dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis di lingkungan Pemko Batam.

“Kami menganggap perlu mengambil langkah-langkah yang lebih intens lagi,” ujar Amsakar.

Tindakan yang lebih intens ini guna menggenapi upaya preventif (pencegahan) maupun penanganan yang selama ini telah dilakukan. Amsakar juga meminta monitoring di pusat-pusat keramaian tetap dilakukan. Tim terpadu hendaknya semakin gencar turun melakukan kegiatan ini.

“PPKM yang selama ini kita terapkan sudah berjalan untuk lebih intens atau kencang lagi,” pungkas Amsakar. (hbb)