POSMETRO.CO Metro Sport

Pemanasan Awal Tahun, ISJ Batam Borong 7 Medali

Kontingen ISJ Batam foto bersama Ketua Pelaksana Titan Challenge, Mahesa Arba (kanan).

>>>Titan Challenge Brazilian Jiu Jitsu

BATAM, POSMETRO.CO : Atlet jujitsu Batam meraih tujuh medali dalam ajang spektakuler di awal tahun.

Atlet jujitsu ini berasal dari perguruan Indonesia Spider Jujitsu (ISJ). Mereka merupakan atlet dari Dojo Kenacha Martial Arts Batam Kota dan DR Dojo Kabil.

‘Pemanasan’ awal tahun ini dimulai dengan mengikuti kejuaraan terbuka yang ditaja oleh Titan BJJ Jakarta. Event bertajuk ‘Titan Challenge’ ini diikuti oleh 168 atlet dari 14 perguruan/club jujitsu yang menyebar di pelbagai daerah di Indonesia.

Digelar di Lembang, Bandung, 8-9 Januari 2022, event ini sekaligus ajang silaturahmi dan rekreasi bagi keluarga besar Jujitsu.

ISJ merupakan satu-satunya perguruan dari Batam yang mengikuti kejuaraan ini. Berkompetisi dengan atlet-atlet hebat di tanah air, atlet ISJ Batam bisa menunjukan taring. ISJ Batam meraih tujuh medali, dengan rincian: 2 emas, 2 perak dan tiga perunggu. Capaian ini malampaui target.

“Target kami tak muluk-muluk, hanya menargetkan satu emas, satu perak, sisanya perunggu,” jelas Rudi Hartono, Ketua Kontingen ISJ Batam. Ternyata, hasilnya di luar target, ada tambahan satu emas dan satu perak.

Rudi merinci, tujuh medali itu diraih oleh enam atlet. Dua emas, masing-masing disabet oleh Danang di kelas 64 Kg juvenile (junior) dan Christianto di kelas 69 Kg Master. Dua perak diraih oleh Danang di kelas 64 kg Adult (senior) dan Akbar di kelas 64 kg teen (junior). Tiga medali perunggu masing-masing disabet oleh Kenzie di kelas 35 Kg peewee (pra junior), Rudi Hartono di kelas 76 Kg Adult dan Rozi Juhendra di kelas 64 Kg Master.

“Untuk Danang ini, main di dua kelas, junior dan senior. Secara umur, sebenarnya Danang masih di kategori junior. Namun karena Danang merupakan aset Jujitsu Batam, kami coba turunkan Danang di kelas senior juga. Hasilnya tidak mengecewakan di kelas senior, dapat perak,” jelas Rudi.

Di kelas junior, Danang masih menjadi yang terbaik. Rudi juga menyebut, ada satu atlet lainnya, Ryan. Selama ini, Ryan ‘raja’ di kelas 52 Kg. Namun karena umurnya sudah menapak di kategori senior, Ryan harus bertanding di kelas 57 Kg senior.

“PR untuk Ryan, kami perlu memperbaiki power dan penambahan massa otot,” kata Rudi. Pun begitu, Ryan masih bisa lolos hingga perempat final.

M Danang Yoga, atlet peraih emas dan perak ini mengaku belum puas dengan perolehan tersebut. “Untuk kategori senior, sebenarnya saya masih punya peluang besar untuk emas,” sebutnya. Hanya saja, ia menyesali persiapannya yang tidak matang.

“Saya baru bisa menurunkan berat badan seminggu jelang tanding,” ujarnya.

Kondisi ini membuat powernya tidak maksimal. Bahkan, saat di final pada kelas senior, Danang nyaris tak ingin bertanding karena tubuhnya terlalu lelah.

“Di hari sebelumnya, saya sudah tanding juga di kelas junior. Dapat emas,” sebutnya. Walau di final kelas senior tubuhnya terlalu lelah, ia memutuskan untuk tetap bertanding dengan maksud menghormati lawannya di final. “Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami semua,” kata Danang.

Atlet lainnya, Kenzie, tampil dengan sangat mencengangkan. Di semi final, ia berjumpa dengan atlet hebat dari sebuah club besar BJJ di Indonesia. Kenzie unggul skor, sangat telak: 12-0.

Namun atlet yang turun di kelas 35 Kg usia 7-9 tahun ini harus puas meraih perunggu karena dinyatakan kalah saat merebut tiket final tersebut.

“Kami sangat menghormati keputusan wasit,” sebut Rozi Juhendra, Pelatih ISJ Batam.

Mahesa Arba, Ketua Pelaksana Titan Challenge Brazilian Jiu Jitsu menyebut, ajang ini merupakan tahapan dalam pencarian bibit-bibit atlet jujitsu di tanah air.

Berpengalaman sebagai Manager Timnas Jujitsu pada ajang Asian Games dan SEA Games lalu, Mahesa menyadari banyak bibit atlet Jujitsu yang menyebar di tanah air.

“Salah satunya, atlet-atlet dari Kota Batam,” sebutnya.

Ajang ini bisa disebut sebagai pemanasan guna menyongsong sejumlah kejuaaraan lainnya sepanjang tahun 2022 ini, semisal SEA Games. Mahesa juga menyebut, Titan Challenge ini juga diikuti oleh banyak atlet One Pride MMA yang memiliki latar belakang beladiri jujitsu.(chi)