POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Rahmad: Saya Berkeyakinan Kapal Ini Dirompak

12 Alat Keselamatan Kapal, Tak Satupun Digunakan

“Happy Anniversary Pernikahan” yang ke 6 tahun ayah. Ya Allah, jika dirinya masih engkau takdirkan bersamaku, ku mohon kembalikan lah. Namun jika waktu nya bersama kami telah habis ku mohon ya Allah kuatkan jiwa raga ku lapangkan hatiku semangatkan anakku dan murahkan Rizki kami ya Allah. Amin Yaroballalamin,” doa Santi di awal pagi Jumat 14 Januari 2022 di ruang media sosial nya.

Hari itu genap enam tahun usia pernikahan mereka. Kini Santi, tinggal berdua dengan Aprianzah Akbar, bocah empat tahun setengah buah pernikahannya dengan Firman Haja Kusuma.

Santi sesekali menitikkan air mata, ketika sang anak merengek di tengah malam menanyakan kabar ayahnya yang tak kunjung pulang. Kini, hanya menunggu dan terus menunggu kabar baik itu sampai ke dirinya.

Empat puluh lima hari sudah sejak 1 Desember 2021 misteri hilangnya kapal Tugboat Biwin 3 beserta 6 kru di tengah laut menuju Batam. Firman Haja Kusuma, sang nakhoda tiada beritanya.

Rahmad menyebut, dari 6 kru itu, 4 orang lama dan 2 orang baru yaitu nakhoda dan juru minyak.

Tapi dirinya tidak sembarang pilih orang, apalagi diberi kepercayaan untuk mengemudi kan kapalnya. “Dipilih berdasarkan referensi dan rekomendasi orang lama,” imbuhnya.

Owner kapal Tugboat Biwin 3 ini kuat menduga, kapal tersebut dirompak di tengah laut. Sebab, kurang lebih ada 12 alat keselamatan di kapal itu tidak ada yang difungsikan.

Selain itu, lanjut dia, Nakhoda nya juga profesional dan bersertifikasi. “Dia tahu dan paham soal keselamatan dalam berlayar,” imbuhnya.

Untuk listrik, ketika terjadi insiden ada sekitar lima fasilitas di ruang kapal yang dapat digunakan. “Ada motor lampu, dua unit AKI kering, mesin Dompeng atau mesin jangkar,” jelas Rahmad.

Selain itu, jika terjadi marabahaya, para kru kapal, lanjut Rahmad bisa menggunakan 12 alat keselamatan di kapal.

Rahmad merinci di kapal ada EPIRB (mirip kotak hitam kalau di pesawat) yang dapat digunakan untuk mengirim sinyal darurat ketika kapal celaka. Di situ ada juga SMOKE yang mengeluarkan asap bisa meminta pertolongan kepada nelayan atau pelaut yang melintas.

“Ada juga Radio SSB yang jangkauannya ribuan mil. Selain itu ada radio gantung yang jangkauannya sampai 1 kilometer ke darat. Anehnya, tak satupun yang digunakan,” herannya.

“Saya berkeyakinan kapal ini dirompak di tengah laut,” tegasnya. Ia menduga itu kapal tidak celaka karena lalu lintas kapal masih ditrack yang ramai, baik kapal nelayan maupun kapal umum.

“Jika kapal itu terdampar, paling sekitar 3 hari sudah ada kabar. Jadi saya indikasikan ini perompakan,” katanya lagi.

Menurutnya, perjalanan Tugboat Biwin 3 berada dikoordinat, artinya sudah berada separuh perjalanan dengan 3,5 sampai 3,8 knot, kecepatan yang normal.

“Karena sudah separuh perjalanan berdasarkan titik koordinat tadi, artinya ada dua pilihan : melalui selat Migat dari luar, Laut Lepas track ke Batam atau melalui Selat Lingga. Kalau memilih selat Lingga sebagai laluan, jelas ini sangat rawan. Banyak terjadi perampasan dan perampokan,” timpalnya.

Lanjut Rahmad perampokan di sekitar Selat Lingga itu biasanya minyak diambil terus orang nya diikat, kapal dibiarkan terapung-apung.

Sejak keraguan kapal tidak celaka itu, mulai dari 5 Desember 2021, ia sudah menyiarkan lewat WhatsApp kepada marketing kapal, owner owner kapal, grup pelayaran, jika ada kapal Tugboat Biwin 3 melintas, agar diinformasikan.

“Termasuk dari Himpunan Pelaut tapi sama sekali hingga kini berita masih nihil,” sebutnya. Untuk menindaklanjuti laporan nya tersebut, bersama perwakilan keluarga kru yang ada di Jakarta, Rahmad mendatangi Mabes Polri.

“Ini sudah masuk laporan darurat memohon pertolongan penindakan penyidikan keselamatan pemerintah mengambil tindakan untuk membentuk tim khusus,” katanya.

Pihaknya ingin kasus ini jelas dan tuntas. Selain itu sambil menunggu statement pemerintah menyampaikan apa sebenarnya yang terjadi. “Kalau dari perusahaan kewajiban tetap memberi gaji kru kapal dan sudah diselesaikan,” tutupnya.(cnk)