POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Kerang Tumpah, Rasa Restauran, Harga Kampungan

BATAM,POSMETRO.CO: Tidak mudah merintis usaha untuk bisa langsung dikenal apalagi bisa viral. Tapi bagi Andika Rahman Dwirahmansyah yang memiliki keyakinan dan ide berbeda dalam menyajikan produknya terkesan terasa lebih mudah. Ditanganya kuliner biasa jadi luar biasa.

Seperti Bisnis kuliner makanan lautnya (seafood) tiba-tiba viral di media sosial dan banyak orang berdatangan dari penjuru Kota Batam untuk menyalurkan hasrat kepenasaran masakan kerang tumpah yang diolahnya.

Masakan kerang tumpah, benar-benar disajikan dengan cara ditumpahkan ke meja makan dan bisa langsung dinikmati secara beramai-ramai baik dengan keluarga maupun yang datang dengan teman.

Dika sedikit membocorkan rahasia usaha yang dirintisnya di Kafe Bunga depan Mall MB 2 ini. Selain cara penyajian yang ditumpahkan, Dika juga sangat menjaga betul kualitas rasa dan kebersihan.

“Saya cek betul kualitas rasa, say tanya setiap tamu yang datang. Setiap masukan bagi kami adalah perbaikan,” ungkap pria asli Riau ini.

Tidak hanya itu, kerarg tumpah yang dibandrol dengan harga Rp 75 ribu per porsi (1 wajan) ini memiliki isi menu lengkap diantara penjual dengan jenis yang sama.

“Mungkin kami paling lengkap isinya, ada kerang bulu, gonggong, lokan, kerang lala, kapis, sotong, udang dan ranjungan dengan harga terjangkau yang bisa dinikmati bersama. Bagi saya bukan masalah untung banyak, tapi setiap yang hadir mau krmbali kesini suatu kepuasan,” ucap Dika.

“Rasanya restauran harganya kampungan,” ujar Dika berpromosi.

Dika menyebutkan, masakan yang disajikan merupakan masakan khas melayu. Tetapi pembeli bisa memilih sesuai selera dengan rasa original asam pedas.

Dika mengaku, sejak usahanya dibuka pada tanggal 1 Januari 2022, peningkatan omsetnya signifikan dari hari ke hari yang membuat 3 pekerjanya kelabakan melayani peminat makanan laut ini. Kerang Tumpah

“Awalnya cuma 3 kilo, hari ke 2 5 kilo dan sekarang sudah seminggu habis 15 kilo perhari itupun kadang habis sebelum waktu tutup,” ucapnya bersyukur.

Tidak dipungkiri bagi Andika, ramainya usaha yang dirintis tidak lepas dari keaktifannya di media sosial Facebook dan Instagram sebagai alat promosinya. ” Setiap malam kita live streaming di Facebook dan instagram Andika Bertanjak dengan halaman Tuah Sea Food, Alhamdulilah dari Batuaji, Bagan, Marina Sekupang dan dari sejumlah tempat datang kesini. Para pengunjung juga sangat membantu kami saat mempromosikan makan di sini melalui media sosial sehingga mrnjadi ramai,”  pungkas Andika. (abg)