POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Cegah Banjir Susulan, Drainase Induk di Normalisasi 

Pengerjaan Normalisasi Drainase Induk di Kawasan Batu Aji Dilakukan Guna antisipasi Banjir kembali.(foto-jhon)

BATAM, POSMETRO.CO: Sejumlah wilayah di kawasan Batuaji di terjaang banjir pada penggantian tabun 2021 lalu. Imbasnya, banyak rumah warga dan kawasan pertokoan yang mengalami kerusakan. Kedalam air saat itu mencapai lutut orang dewasa

Guna mengantisipasi kejadian serupa. Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali mengeruk drainase induk di kawasan Batuaji. Lokasi tersebut berada di sekitar perumahan Kodim, selain itu drainase induk di Kelurahan Bukit Tempayan atau depan Perumahan Sierra juga dilakukan pendalaman.

“Pengerjaan pengerukan sedang dilakukan menggunakan alat berat oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Air Batam,” ucap Ridwan, Camat Batuaji

Ridwan mengatakan, normalisasi drainase ini salah satu cara efektif untuk atasi banjir susulan. Ridwan juga berharap agar masyarakat tetap menjaga kondisi saluran air drainase induk dengan cara tidak membuang sampah sembarangan.

“Masyarakat jangan membuang sampah ke dalam drainase induk, karena ini akan memperlambat saluran air,” pungkasnya.

Sementara itu, Kecamatan Sagulung juga sedang menggalakkan normalisasi. Setidaknya ada sembilan alat berat yang diturunkan untuk melakukan pengerukan drainase

“Sesuai dengan intruksi pimpinan, kami langsung melakukan peninjauan ke lokasi banjir. 9 alat berat dikerahkan untuk normalisasi,” sambung Jamil, Kasitrantib Kecamatan Sagulung.

Ia juga menjelaskan, lokasi yang sangat rawan banjir berada di kawasan Tembesi dan kawasan Sungai Aleng. Bahkan sebagian warga yang bermukim di dua lokasi ini harus mengungsi karena rumahnya di genangi banjir

“Kami juga sudah memberi bantuan berupa sembako kepada warga yang mengungsi,” ungkapnya, Jumat(7/1)

Jamil menyebut, pihak perusahaan yang ada di Kecamatan Sagukung juga ikut prihatin dengan kebanjiran ini. Untuk itu, pihak perusahaan memberikan bantuan berupa alat berat untuk memperlancar normalisasi

“Enam dari sembilan alat berat yang beroperasi itu merupakan bantuan dari pihak perusahaan, 3 lagi dari pemerintah,” pungkasnya.

Seperti diketahui, saat pergantian tahun baru ada beberapa lokasi di Batuaji dan Sagulung yang terendam banjir. Tidak hanya pemukiman warga, bahkan air juga menggenangi jalan raya, sehingga arus lalulintas tidak bisa berjalan lancar. (jho)