POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Misteri Hilangnya Kapal Tugboat Beserta 6 Kru di Tengah Laut Menuju Batam (bagian 1)

SUARA radio dari Handy Talky membuatnya gaduh. Hingga Rahmad, tak berhenti memegangi gawainya. Mengangkat telepon ketika berdering. Menjawab panggilan ketika masuk.

Setiap hari. Tak menentu. Kadang ada saja keluarga dari kru kapal yang menanyakan kabar baik itu kepadanya. Kata-kata yang tadinya tertata, hati-hati kali disampaikannya. Inginnya ada secercah harapan di balik ujung telepon itu.

“Saya tidak bisa menjawabnya,” kata Rahmad, pria yang berdomisili di Kalimantan Timur itu ketika dihubungi POSMETRO, Selasa (4/1) sore.

“Mereka menangis, kecewa, galau dan menelepon menanyakan keberadaan kapal dan krunya,” kenangnya.

Di tengah ketidakpastian itu, Rahmad tak bosan juga memberikan kabar teranyar kepada para istri dan keluarga kru kapal Tugboat Biwin 3 yang dikabarkan hilang bersama 6 awaknya di tengah laut hendak menuju Batam pada 1 Desember 2021 lalu itu.

“Saya bolak balik Kalimantan-Batam- Kepri. Juga meminta keluarga kru bersabar dan melaporkan ini ke pihak yang berwajib agar direspon dengan cepat,” harapnya.

Tugboat Biwin 3 diakui pemiliknya ini, dilaporkan berangkat dari Ketapang, Kalimantan pada 1 Desember 2021 tujuan Batam untuk menjemput kapal Tongkang. Kebetulan agen kapal yang di Batam itu bernama Wati, kantornya di Nagoya.

“Clearance keluar tanggal 29 November 2021. Tanggal 30 November 2021 kondisi air surut, kapal tidak bisa keluar”

“Esoknya, 1 Desember 20021 kapal keluar dari muara laporan terakhir itu adalah pukul 08.58 WIB, bahwasanya kapten melaporkan akan keluar menuju Batam untuk menyeberang kemungkinan HP tidak bisa dihubungi. Seperti itu,” cerita Rahmad.

Setelah kru melanjutkan perjalanan, besoknya Rahmad mencoba untuk menghubungi. “Tapi tidak bisa. Nomornya sudah tidak aktif,” jelas Rahmad.

Saat itu, Rahmad masih berfikir positif. Nah selanjutnya di tanggal 2, 3 Desember dihubungi masih juga tidak aktif nomornya.

Ia mulai gelisah. Tiap kapten, setiap hari biasanya laporan. Masuk tanggal 4, 5 Desember juga tak bisa dihubungi hingga dirinya semakin khawatir.

“Tanggal 5 Desember 2021 itu saya jadi khawatir, karena perjanjian atau kesepakatan dengan anak kapal ini diperhitungkan sebelum berangkat itu, 4 sampai 5 hari maksimum tiba di Batam, nyatanya juga tidak bisa dihubungi,” imbuhnya.

6 Desember 2021, Rahmad melaporkan kejadian itu ke radio pantai. Sampai tanggal 8 Desember 2021 nihil. Hari itu juga, Rahmad melapor ke instansi di Ketapang, untuk memperluas informasi.

“Tapi kembali, dengan keadaan cuaca yang kurang baik ternyata 9, 10 Desember masih nihil. Tanggal 11 Desember 2021 kita bikin laporan resmi ke instansi terkait,” tegas Rahmad.

Katanya, instansi itu, Koarmada 1, Lantamal 1, KSOP Pontianak, Tanjungpinang termasuk juga yang di Batam.

“Hari itu, pukul 17.15 WIB koordinat TB. Biwin 3 terdeteksi lewat Automatic Identification System (AIS) di perairan Tanjungpinang. Tapi kondisi jalan, dengan kecepatan atau knot 3.5 hingga 3.8,” jelasnya.

Selanjutnya, tanggal 13 Desember 2021, Rahmad meminta Basarnas, Bakamla, Koarmada untuk menyisir. Sebab ada manusia di kapal itu yang belum ada kabar berita nya.

Penyisiran itu berdasarkan, titik koordinat yang mendekati dengan pulau-pulaunya. Serta berdasarkan track haluan tujuan.

Kemudian, lanjut Rahmad tanggal 14, 15 Desember 2021 berita nihil. Dengan alasan pihak terkait tidak menemukan titik nol. Alias tidak tahu posisi kapal emergency nya dimana.

Hari selanjutnya, hingga tanggal 19 Desember 2021, sebut Rahmad, pihak Basarnas menghentikan pencarian. Karena sudah tiga hari pencarian tidak ada titik terang lalu berjanji akan memfollow up kembali setelah ada laporan atau penemuan baru. (aulia ichsan)