POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Hilang di Hari Pertama Setelah jadi Nakhoda

Januari ini, genap 6 tahun usia pernikahan mereka. Aprianzah Akbar, bocah 4 tahun setengah itu, menjadi hadiah dari cinta pasangan Firman Haja Kusuma dan Santi ini.

Tapi sudah sebulan ini, Santi berusaha tegar. Menunggu kabar. Dan menghibur Aprianzah Akbar, ketika bertanya kenapa ayahnya belum juga pulang.

“Kalau suami cuti, kami tidak ada rencana mau kemana. Saya lebih senang menghabiskan waktu di rumah saja bersama keluarga kecil ini,” kata Santi lirih.

Sebelum berangkat 1 Desember 2021 itu, Haja sempat berpamitan kepadanya. “Dia (suami) pamit, kapalnya mau jalan ke Batam,” kenangnya.

Dan tak ada juga pesan terakhir dari sang nakhoda kapal tugboat Biwin 3 itu kepada Santi. “Cuma bilang mau jalan kapalnya. Hati hati kata saya gitu,” sebutnya.

Sejak itu nggak ada kabar lagi. “Saya WhatsApp (WA), telepon pun sampai sekarang nggak ada kabar. Nomornya tidak aktif,” kata Santi dihubungi POSMETRO, Rabu (5/1).

Haja, kata Santi baru kerja di perusahaan kapal milik Rahmad. “Tanggal 29 November 2021 itu hari pertamanya bekerja disitu. Dapat job bawa kapal ke Batam,” imbuhnya.

Tapi, Haja sudah 10 tahun berlayar yang sebelumnya sempat menjadi mualim 1, perwira deck senior. Mualim 1 itu perwira kepala departemen deck.

Tugas dan tanggung jawabnya: Melaksanakan dinas jaga dan bertanggung jawab kepada Nakhoda. Atas perintah Nakhoda, memimpin kapal jika Nakhoda berhalangan.

Sejak dikabarkan hilang kontak tugboat Biwin 3 beserta 6 krunya, hingga kini, Santi beserta keluarga kru lainnya belum bisa tidur nyenyak.

Tenggelam kah, terdampar kah atau dirimpak kah? “Kami berharap negara hadir di sini,” tutupnya.(cnk)