POSMETRO.CO Metro Kepri Karimun

Ditengah Ancaman Ombak Tinggi, Kapal Polair Polres Karimun Berhasil Selamatkan Nelayan Karimun Setelah 4 Jam Terombang-ambing

Kapal Patroli Polair Polres Karimun saat mengevakuasi nelayan Karimun yang mengalami laka laut di Perairan Pulau Mudu.(Foto-dok Hms Polair Polres Karimun)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Setelah hampir 4 jam terombang-ambing dilautan, akhirnya seorang nelayan yang diketahui bernama Putra Hanafiah mendapatkan pertolongan. Putra diketahui mengalami kecelakaan dilaut, Senin (4/1) malam. Kapal yang ditumpanginya bocor saat berada di Perairan Pulau Mudu, Kabupaten Karimun dengan titik Koordinat : 1°5.695’N – 103°14.344 E.

Informasi ini langsung direspon Satpolairud Polres Karimun, Polda Kepri, polisi adapingun langsung melaksanakan pencarian dengan menggunakan kapal patroli Polair Polres Karimun.

Proses pencairan pun sempat mengalami kendala. Pasalnya kondisi cuaca tidak bersahabat, angin kencang dan ombak tinggi di perairan Pulau Mudu, membuat polisi kesulitan.

“Kita mendapatkan laporan adanya seorang Nelayan mengalami kecelakaan dilaut tersebut berawal dari laporan keluarga korban menerima kabar buruk tersebut, mendapat laporan tersebut kita langsung melakukan operasi SAR menuju lokasi malam itu,” ujar Kasat Polair Polres Karimun, AKP Binsar Samosir, SH, MH yang langsung memimpin Operasi SAR saat dikonfirmasi POSMETRO.

Lebih lanjut, perahu korban akhirnya berhasil dievakuasi ditengah terjangan ombak dan angin kencang.

“Kondisi korban dalam keadaan sehat sehingga dapat Kembali kepada keluarganya,” lanjutnya.

Sementara Kapolres Karimun, AKBP Tony Pantano SIK dalam rilisnya menyatakan penyelamatan ini berawal dari Informasi keluarga melapor ke SPKT Polres Karimun, kemudian Piket Satpolairud Polres Karimun respon langsung menuju ke Lokasi pencarian Korban.

“Alhamdulillah Korban Nelayan atas nama Putra Hanifah yang kita cari dapat ditemukan dengan kondisi Sehat sebelum hal terburuk yang tidak kita hendaki terjadi” tambah Tony.

Penyelamatan Korban lanjut Tony memang dirasakan cukup sulit karena selain angin kencang dan ombak tinggi dan jarak pandang pada malam hari tentunya juga menjadi hambatan berbeda seperti siang hari.

“Namun semua ini dengan Responsibilitas yang kita lakukan berhasil selamatkan korban. Atas kejadian ini saya mengimbau, masyarakat atau nelayan yang melaksanakan pencarian ikan memancing agar lebih berhati hati karena akan membahayakan diri sendiri apa lagi faktor cuaca yang tidak menentu dan tentunya tetap membawa alat seperti life jacket. Larangan dan himbauan seperti ini kami lakukan supaya tidak terjadi korban laka laut kembali” harap Tony.(ria)