POSMETRO.CO Metro Kepri Karimun

Awal Tahun, Harga Pun Melambung

Kadis Perdagangan UMKM Kabupaten Karimun. (FOTO-RIA)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Tahun baru 2022 ternyata justru membuat masyarakat harus geleng-geleng kepala, terutama kaum ibu-ibu. Gimana tidak, penyambutan tahun baru kali ini masyarakat dihadapi dengan melambungnya harga di sejumlah komoditas Pangan. Naiknya harga pangan diperkirakan komoditas Papan dan Sandang juga di prediksi ikutan naik. Sejumlah dagangan makanan diwarung-warung pun kini ikut merangkak naik.

Seperti kenaikan harga yang terjadi terhadap bahan pangan, telur ayam misalnya, dari perbutirnya Rp1.500,- kini dijual di pasar seharga Rp2 ribu, Sementara diwarung-warung mencapai Rp2.500,-.

Kenaikan lain yakni minyak goreng curah yang merangkap naik menjadi Rp17 ribu hingga Rp18 ribu perkilogramnya di pasaran. Harga gula pasir pun juga naik dari Rp11 ribu lebih kini naik menjadi Rp12 ribu hingga Rp13 ribu perkilonya. Sejumlah bahan pangan lainnya pun terjadi kenaikan.

Kepala Dinas Perdagangan Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) Kabupaten Karimun M Yosli menyatakan kenaikan harga memang terjadi di sejumlah komodistas.

“Dari BBM jenis Pertalite, Gas Liquified Petroleum Gas (Elpiji) dan bahan pangan memang terjadi kenaikan di awal tahun ini,” ucap Yosli, Senin (3/1) kepada POSMETRO.CO.

Disebutkan Yosli, untuk BBM jenis Pertalite naik dari Rp6 ribu lebih, kini menjadi Rp7 ribu lebih di SPBU, sementara di Pom-Pom mini bisa mencapai Rp8 ribu. Kenaikan merupakan kebijakan dari Pertamina,” terang Yosli.

Sementara untuk gas Liquified Petroleum Gas (Elpiji) juga sudah naik sejak akhir Desember 2021 lalu. Kenaikan harga terjadi pada gas untuk tabung 12 kilogram dan 5 kilogram.

“Untuk gas 12 Kilogram sekarang sudah Rp200 ribu per tabung, sebelumnya Rp170 ribu lebih, untuk gas 5.5 kilogram sekarang Rp100 ribu dari Rp90 ribuan sebelumnya, Sedangkan untuk gas 3 kilogram atau gas melon tidak terjadi kenaikan alias tetap,” tambah Yosli.

Sementata untuk bahan pangan, kenaikan juga terjadi di beberapa jenis, seperti telor, minyak goreng, gula dan lainnya.

“Kenaikan memang terjadi dan dirasakan di semua lini dan daerah, kenaikan bahan pangan ini bukan karena bahan pangan langkah di sini, namun dikarenakan beberapa faktor lainnya. Seperti telor naik dimungkinkan karena kenaikan biaya transportasi, pakan ternak dan lainnya,” ucapnya.

Kenaikan bahan pangan awal tahun ini juga membuat sejumlah warung makan terpaksa harus menaikan harga daganganya.(ria)