POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Ini Tanggapan Pertamina Batam Soal Rencana Aksi Mogok Kerja Karyawannya

BATAM, PM: PT Pertamina menanggapi rencana aksi mogok kerja yang akan dilakukan oleh Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) sebagai organisasi pekerja PT Pertamina (Persero) di Batam.

“Kalau untuk menyampaikan pendapat tentu sah-sah saja karena hal itu dilindungi oleh undang-undang,” ujar
Section Head Communication & Relation PT Pertamina Patra Niaga
Regional Sumbagut, Agus Setiawan dihubungi POSMETRO, Jumat (24/12).

Dalam surat pemberitahuan, aksi mogok kerja itu digelar di waktu yang berbeda, yakni 29 Desember 2021 dan 7 Januari 2022. Tapi, Agus memastikan aksi mogok kerja buruh tidak mengganggu operasional perusahaan ‘plat merah’ tersebut.

Apalagi sampai ada pesan berantai yang beredar di medsos tentang himbauan isi penuh tanki bensin mulai 29 Desember 2021 s/d 7 Januari 2022. Pihaknya menegaskan, bahwa informasi tersebut adalah hoax, tidak benar dan menyesatkan.

“Kami berharap masyarakat tidak melakukan panic buying, karena kami yakin seluruh pekerja Pertamina tetap mengedepankan kepentingan umum dan dapat bersama-sama menjaga kondusivitas dan kelancaran operasional,” kata Agus mengulang rilis dari Vice President Corporate Communication Pertamina di Jakarta (23/12).

Saat ini Pertamina memiliki Satgas Natal dan Tahun Baru dan dilengkapi dengan PICC (Pertamina Integrated Command Center) yang melakukan monitoring 24 jam dan menjalankan kegiatan pengamanan ketersediaan dan distribusi BBM dan LPG, termasuk berkordinasi dengan Pemda dan pihak aparat.

Ini juga dijalankan untuk mitigasi pengamanan distribusi terkait dengan aksi serikat pekerja Pertamina. Kemudian Satgas Nataru 2021 melibatkan Direksi Pertamina maupun Direksi Sub Holding terkait, termasuk seluruh General Manager di seluruh daerah yang telah melakukan pertemuan rutin memastikan kesiapan dan pengamanan distribusi BBM dan LPG mulai dari kesiapan armada, build up stock di seluruh region, monitoring distribusi hingga kesiapan dan keselamatan para pekerja yang bertugas.

Aksi mogok kerja ini ditengarai oleh tidak tercapainya kesepakatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) di tubuh Pertamina antara pengusaha dengan pekerja yang diwakili oleh FSPPB.

Aksi mogok kerja dan tuntutan ini merupakan bentuk kekecewaan atas diabaikannya tuntutan serikat pekerja kepada Menteri BUMN untuk menanggalkan jabatan Direktur Utama yang saat ini diemban oleh Nicke Widyawati.(cnk)