POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Rudi Imbau Masyarakat Waspada Varian Covid-19 Jenis Omicron

Walikota Batam, Muhammad Rudi. (FOTO-HBB)

BATAM, POSMETRO.CO: Wali Kota Batam Batam Muhammad Rudi mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap varian baru Covid-19 berjenis B.1.1.529 atau Omicron yang berasal dari Afrika Selatan.

Hal ini mengingat varian tersebut sudah masuk ke negara tetangga Malaysia dan Singapura. Di mana Kota Batam merupakan pintu masuk dua negara tersebut.

“Saya tidak punya wewenang tapi saya minta masyarakat waspada. Karena, untuk lintas antar negara itu wewenangnya pusat, Bapak Presiden (Joko Widodo). Apapun, kewenangan Pak Presiden akan saya laksanakan,” ujar Rudi, Minggu (5/12).

Namun, sebagai kepada daerah, Rudi menegaskan untuk mengikuti aturan dari pusat berdasarkan surat edaran seluruh orang yang pulang dari luar negeri harus di karantina selama 10 hari. Ini untuk mengantisipasi penyebaran virus varian Omicron di Kota Batam.

“Kita ikuti aturannya. Selama 10 hari ini, sudah terselesaikan. Lantaran inkubasi virus itu hanya 7 hari,” terang Rudi.

Di satu sisi, kendala lainnya yakni pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Kota Batam. Ia menyebutkan, ada sekitar 200 orang yang datang setiap harinya. Hal inilah menjadi kekhwatiran Pemerintah Kota (Pemko) Batam, terkait operasional. Seperti tempat karantina, biaya makan, minum, dan fasilitas lainnya.

“Kalau kita hitung rata-rata 200 orang setiap hari yang datang dikali 10 hari misalnya. Berarti, sudah 2 ribu, siap tak kita. Seperti menyiapkan tempat karantinanya, makan dan minumnya, dan lainnya,” tegas Rudi.

Sementara itu, cara penanganan yang berbeda pula kalau PMI tersebut terpapar Covid-19. Maka PMI akan dirujuk ke Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang. Maka dari itu pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Forkompinda untuk penanganan PMI ini.

“Dalam minggu ini saya akan undang Forkompimda mencari apa solusinya. Saya akan undang provinsi juga, biar jelas,” beber Rudi lagi.

Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam, Romer Simanungkalit menambahkan, bahwa pihaknya melakukan pengawasan yang ketat bagi WNI/WNA yang masuk ke Batam melalui pelabuhan.

Nantinya, para WNI atau WNA yang tiba di Batam melalui pintu masuk maka akan dilakukan PCR Test kembali meski telah melaksanakan tes di negara asalnya.

Selain itu diatur juga Penangguhan sementara pemberian visa kunjungan dan visa tinggal terbatas bagi warga negara Afrika Selatan, Lesotho, Eswatini, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Mozambique, Malawi, Zambia, Angola, dan Hongkong.

“Kita antisipasi kepada negara tersebut, dari sisi kesehatan nantinya akan ditekankan oleh KKP kelas I Batam,” pungkas Romer. (hbb)