POSMETRO.CO Nasional Daerah

Rita Zahara: Antara Bisnis dan Politik Harus Bersinergi

posmetro.co, Jakarta: Pandemi Covid -19 masih menghambat bisnis travel. Hampir 2 tahun bisnis wisata terhambat akibat pembatasan kegiatan. Apalagi perjalanan wisata religi umroh dan haji sementara ditunda. Perjalanan dalam dan luar negeri juga sangat berdampak terlihat dari peminat wisata yang terus menurun karena masih was- was akan penularan Covid -19.

Dr. Rita Zahara, SE, MM owner PT. Zahara Namora Wisata yang berlokasi di Cawang Jakarta Timur mempunyai kiat-kiat bertahan di masa pandemik.

“Saat pandemik, perjalanan umroh dan haji ditunda tapi saya tetap mempertahankan semua karyawan sebanyak 12 orang, meskipun pernah dirumahkan tapi mereka masih menerima gaji pokok tanpa tunjangan dan uang transpor. Usaha saya bukan semata-mata bidang travel saja. Ada pabrik dan kampus yang saya kelola. Depan kantor, kami membuka usaha kuliner dan laundry. Karyawan saya libatkan pada usaha kuliner agar bisa mendapat pendapatan harian,” ujarnya pada reporter saat wawancara di kantornya kawasan Cawang Jakarta Timur Sabtu sore (04/12/2021).

“Saat pandemi banyak yang mengurangi karyawannya, tapi Alhamdulillah di travel saya tidak ada yang di PHK. Untuk tes antigen kami lakukan sendiri. Membeli alatnya sendiri lalu bekerjasama dengan apotik sehingga bisa dilakukan di kantor atau di tempat para karyawan tentunya dengan biaya lebih murah,” ungkapnya.

“Untuk mengatur waktu mengelola bisnis travel, pabrik dan kampus saya percayakan pada karyawan dengan memberi SOP dan dilakukan secara riil. Tapi saya tetap koordinasi dan kontrol. Semua kegiatan saat ini bisa dikontrol lewat CCTV yang dihubungkan ke hp sehingga semua kegiatan dapat terpantau walaupun jarang terjun langsung ke lokasi. Kalau mereka tidak produktif tentu tidak diberikan reward. Saya mendidik mereka mengatakan perusahaan ibaratnya sawah kita yang perlu dijaga, dirawat dan dipupuk bila hasilnya bagus kita nikmati bersama,” imbuh ibu empat anak yang cantik dan ramah ini.

Travel ini berdiri tahun 2015, awalnya hanya perwakilan travel lain. “Ya namanya bisnis tentunya berfluktuasi, sempat pula kena tipu. Sehingga inilah awalnya yang memotivasi saya untuk membuka travel sendiri,” tuturnya.

“Semoga tahun depan umroh dan haji sudah dibuka kembali. Karena masih ada sekitar 348 orang jamaah yang sudah mendaftar namun di cancel keberangkatannya akibat pandemik. Kalaupun umroh dan haji telah dibuka kembali, kami masih memantau travel lain karena masih rawan dengan peraturan- peraturan. Seperti karantina dan vaksinasi harus benar-benar difikirkan jangan sampai jamaah sudah berangkat tau- tau di karantina disana. Niat mau ibadah tapi waktunya mepet gak bisa umroh karena kelamaan di karantina,” jelasnya.

Saat pandemi harga juga naik karena hotel dibatasi, biasanya 4 orang, sekarang 2 orang perkamar, Kapasitas pesawat juga hanya 80%, begitupun dengan bis dibatasi hanya 80%. Mengakibatkan kenaikan biaya. Biaya umroh yang sebelumnya sekitar Rp.21,5 juta hingga Rp.22,5 juta sekarang naik menjadi Rp.35 juta hingga Rp.37juta. Biaya ONH plus sebelumnya Rp.250 juta sekarang menjadi Rp.375 juta. “Untuk biaya perjalanan wisata luar negeri dan dalam negeri naik sekitar 50%,” papar Rita.

Untuk umroh dan Haji bisa dibayar tunai bisa di cicil melalui kerjasama dengan Bank Syariah dengan bunga 0% sehingga tidak memberatkan jamaah. Jamaah umroh bisa membayar Rp.25 juta sebihnya Rp.10 juta bisa diangsur begitupun dengan ONH plus. Untuk perjalanan wisata keluar negeri kami melayani wisatawan ke Jepang, Korea, Bangkok, Eropa. “Kalau tour dalam negeri ke Padang, Bali, Lampung, Bandung bahkan seluruh Indonesia sesuai permintaan. Pergrup minimal 15 orang,” paparnya.

Rita Zahara kini mulai terjun juga ke politik, dia memilih PKP untuk wadah aspirasinya. Rita diamanahkan menjadi Ketua Bidang Sumber Daya Manusia. Menurutnya Bisnis dan politik harus seiring sejalan sehingga bisa bersinergi kata Rita Zahara yang sering menjadi Motivator.

“Insyaa Allah saya maju dari wilayah Jakarta Timur untuk DPRD. Saya akan memperjuangkan nasib kaum perempuan. Perempuan harus punya kreatifitas, dan mampu merubah diri, bagaimana memanfaatkan peluang dalam kondisi apapun, serta bisa menghasilkan nilai ekonomi bagi keluarga, diri sendiri dan orang disekelilingnya. Perempuan harus mandiri, kuat dan punya harga diri,” kata Rita.

Sekarang ini lagi digalakkan UMKM, bagaimana perempuan bisa menjadi SDM yang bermoral dan berakhlak baik. Tidak ikut- ikutan gaya ke Barat- baratan dalam style. “Tapi kalau untuk cara berfikir bolehlah kita ikuti. Kita ini orang Timur yang punya agama, adat, aturan dan etika. Bagaimana perempuan/seorang ibu membentuk generasi muda yang kompeten dan punya daya saing. Karena perempuan adalah tiang negara, dia membentuk karakter generasi muda penerus bangsa,” pungkasnya.
(fri)