POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Ini Kata Wakil Ketua DPRD Batam Terkait Tingginya Angka Perceraian

Ahamd Surya (foto : fb)

BATAM, POSMETRO.CO : Percekcokan akibat masalah keuangan atau ekonomi, juga isu lain seperti kekuasaan dan kepercayaan dalam kehidupan berpasangan, membuat tingkat perceraian di Batam tinggi.

Banyak data menyebut bahwa faktor keuangan rumah tangga, berkontribusi besar terhadap keretakan hubungan suami-istri sehingga terjadinya perceraian.

Untuk diketahui, sepanjang tahun 2021 (Januari-Oktober) ini sudah ada 1.716 kasus perceraian masuk ke Pengadilan Agama (PA) Batam.

Tingginya angka perceraian ini, membuat Wakil Ketua DPRD Batam yang juga anggota Komisi IV DPRD Batam, Ahmad Surya angkat bicara.

“Perceraian bukanlah suatu solusi terbaik untuk menyelesaiakan permasalahan. Keputusan bercerai dirasa baik jika masing-masing pasangan telah kehabisan cara dan pilihan untuk bersatu, serta adanya kesadaran jika pernikahan tersebut menjadi  beban hidup,” ungkap Ahmad Surya yang merupakan politisi dari Gerindra ini.

Disebutkannya juga, adanya perceraian itu juga karena kurangnya pondasi agama pada pasangan tersebut.

“Jika pondasi agama kuat dalam rumah tangga, perceraian bisa saja tidak akan terjadi. Karena pasangan ini bisa saling intropeksi dan mendekatkan diri pada tuhan. Apalagi jika perceraian terjadi karena faktor ekonomi, kalau keimanan pasangan ini kuat, mereka pasti yakin jika rezeki sudah diatur oleh yang maha kuasa, jadi mereka akan melewati permasalahan tersebut tanpa ada kata perceraian,” terang Surya.

Namun disebutkan Surya, jika memang perceraian akan terjadi memang harus diperlukan penguatan program ketahanan keluarga, dan perlu ada pendamping keluarga untuk melakukan penyuluhan dan penguatan keluarga.

“Dalam hal ini pihak instansi terkait perlu melakukan edukasi pada pasangan yang akan melakukan perceraian, agar percaian tidak terjadi. keluarga adalah unsur penting dalam kehidupan sebuah bangsa. Karena itu, ketahanan keluarga harus dibangun  dan itu harus ada campur tangan dari pemerintah,” tutup Surya. (dye)