POSMETRO.CO Metro Kepri Karimun

Sudah 5 Tahun Gagal Terealisasi, Akhirnya Karimun Bangun JPO Pertama Kalinya

Pengerjaan proyek Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di Karimun dimulai. JPO ini merupakan pertama di Kabupaten Karimun .(Foto-ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Kabupaten Karimun sebentar lagi bakal berdiri Jembatan Penyebrangan Orang (JPO). Jembatan yang membentang diatas Jalan A Yani, persis di samping Kantor Imigrasi Karimun tersebut bakal menjadi JPO pertama yang dimiliki kabupaten dengan slogan Bumi Berazam ini.

Data yang dihimpun POSMETRO, JPO ini mulai dikerjakan sejak beberapa pekan lalu. JPO yang akan dibangun ini diketahui dengan gambaran, tinggal diatas jalan mencapai 5,2 meter. Semnetara akan membentang diatas jalan dua arah itu dengan panjang 22 meter.

Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Karimun, Zulfan yang dikonfirmasi membenarkan spesifikasi tersebut. Ia memastikan pengerjaan akan dapat terlaksana.

“Untuk jembatannya spesifikasinya akan dipasang PC1 girder, perusahaan yang mengerjakannya CV Jeris Putra Riau,” ujar Zulfan singkat.

Sementara Bupati Karimun H Aunur Rafiq yang dikonfirmasi POSMETRO menyatakan proyek JPO ini memang terhambat selama ini dikarenakan kondisi keuangan daerah yang belum optimal.

“5 Tahun yang lalu proyek ini di ususlkan masyarakat sekitar, termasuk oleh LMB saat itu, namun kemampuan daerah saat itu terbatas sehingga belum dapat dibangun, dan saat ini baru dapat kita bangun,” ujar Rafiq.

JPO itu dibangun, lanjut Rafiq nantinya akan membentang dari Samping Imigrasi menyebrang hingga ke depan toko buku Salemba.

“Jalur tersebut termasuk jalur yang padat, dan banyak anak sekolah. Untuk itu pembangunan JPO untuk melihat azas mamfaatnya dimana memberikan kenyamanan, keamanan terutama bagi anak-anak sekolah, tentunya untuk masyarakat juga, semoga dapat bermamfaat. Dan mungkin dapat jadi daya tarik, karena JPO ini merupakan yang pertama di Kabupaten Karimun,” tegas Rafiq.

Disebutnya, pembangunan JPO ini bersumber dari APBD Karimun dengan cara bertahap mulai dari tahun 2021 hinggga 2022 mendatang, dengan nilai anggaran total Rp3 milyar lebih.

“Anggaran APBD Karimun, tahun ini Rp2 M lebih, tahun depan ditambah Rp! M. Tahun ini baru jembatanya dulu, tahun depan atap dan lainnya,” tutup Rafiq.(ria)