POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

PSDKP Batam Tangkap 3 Kapal Nelayan yang Gunakan Pukat Trawls

BATAM, PM: Kesannya sepele. Tapi dampaknya besar terhadap kerusakan ekosistem di bawah laut. Apalagi sudah setahun belakangan ini mereka beraksi.

Alat penangkap ikan pukat hela atau trawls itu menjadi barang bukti yang digunakan oleh nelayan saat terciduk oleh petugas Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam di perairan Kabupaten Lingga, Kepri.

Tiga kapal dan sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) nya diangkut ke pangkalan PSDKP Batam di Kawasan Jembatan 2 Barelang, Batam.

“Pelaku menangkap ikan menggunakan Trawls. Itu tidak sesuai dengan standar yang diperbolehkan oleh pemerintah,” ujar Kepala PSDKP Batam Letkol Salman Mokoginta, Kamis (11/11).

Dari hasil penyelidikan, para pelaku tahu kalau alat yang mereka gunakan untuk menangkap ikan berbahaya.

Setelah menangkap dan memeriksa para ABK, kemudian PSDKP menyerahkan kapal dan tersangka kepada Dinas Kelautan dan perikanan Kepri.

“Hari ini langsung kita serahkan. Sebab teman-teman dari Provinsi Kepri yang mempunyai wilayah,” singgung Salman.

Disinggung soal jeratan hukum, menurut Salman, tidak semua hukuman dilihat dari kacamata kuda. Apalagi yang diamankan PSDKP Batam itu adalah nelayan-nelayan kecil.

“Tidak semua harus dipidana, kita lihat dulu bagaimana hasil penyelidikan. Apalagi mereka adalah nelayan kecil. Untuk tahap awal mereka kita bina terlebih dahulu,” sebutnya.

Sementara itu, Kadis DKP Kepri T.S. Arif Fadillah hadir langsung dalam penyerahan barang bukti dan tersangka kepada DKP. Diakuinya, ulah nelayan tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Kita periksa dulu. Kemudian kita minta arahan dari pak Gubernur itu bagaimana,” sebut Arif. (cnk)