POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

PTM di Sekolah Masih Kapasitas 50 Persen

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan.(FOTO-HBB)

BATAM, POSMETRO.CO: Belajar tatap muka di sekolah dengan kapasitas penuh atau normal, masih menjadi pertimbangan Dinas Pendidikan Kota Batam untuk dilaksanakan.

“Saat ini, masih sesuai SKB 4 Menteri. Belajar tatap muka, masih dibatasi karena kondisi belum sepenuhnya pulih,” ujar Kepala Disdik Kota Batam, Hendri Arulan, Kamis (28/10).

Karena, September lalu, pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah sudah kembali diberlakukan, namun dibatasi hingga 50 persen. Dengan protokol kesehatan yang ketat sesuai aturan.

“Pak Wali (Rudi) masih sangat berhati-hati. Karena, menjaga anak-anak agar tetap aman dan nyaman ketika berada di sekolah,” ujarnya Hendri.

Selain itu, banyak hal yang menjadi pertimbangan untuk membuka sekolah normal seperti dulu. Antara lain angka kasus positif masih ada, meskipun sudah melandai.

Kemudian, pemerintah masih berupaya mengendalikan penyebaran dengan melakukan pembatasan, selanjutnya persetujuan dari orangtua dan lainnya. Keputusan PTM normal kembali, daerah masih menunggu putusan pusat soal kebijakan tersebut.

“Menurutnya saat ini tetap harus waspada adanya gelombang lanjutan. Sehingga kalau dipaksakan buka 100 persen, ada kekhawatiran terhadap penyebaran di lingkungan pendidikan,” jelas Hendri.

Terkait perkembangan sistem pendidikan tatap muka yang sudah berjalan hampir satu bulan ini, Hendri mengakui, sejauh ini masih aman dan tidak ada klaster dari sekolah. Jelasnya, penyelenggaraan tatap muka kalai ini lebih baik dari awal tahun.

“Karena, Januari lalu kita buka, ada ada penyebaran. Sehingga mereka kembali belajar dari online (daring) di rumah masing-masing,” bebernya.

Sementara, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menambahkan, bahwa pandemi Covid-19 yang masih melanda di belahan dunia termasuk Indonesia. Tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, namun juga mempengaruhi kondisi perekonomian, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

“Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan, baik untuk menanggulangi wabah Covid-19 di bidang Kesehatan, pendidikan maupun menanggulangi dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi,” tambahnya.

Rudi mengakui, penanganan Covid 19 menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Pencapaian ini tentunya bukan saja kerja pemerintah sendiri, akan tetapi partisipasi seluruh lapisan masyarakat terutama peran para relawan, ketaatan masyarakat terhadap prokes, dan kerja keras para tim tenaga medis.

“Secara bertahap kita memulihkan kondisi ekonomi paling terdampak. Karena, percepatan pemulihan ekonomi nasional menyongsong Indonesia Maju,” harap Rudi.

Katanya, pemerintah terus mendorong tumbuhnya wirausaha baru. Selanjutnya, wirausaha muda, baik dalam hal penumbuhan minat, pemberian bantuan wirausaha, termasuk wirausaha berbasis perguruan tinggi dan pesantren. Begitu juga memberikan apresiasi wirausaha berprestasi.

“Upaya ini tentu tidak akan berdampak maksimal tanpa dukungan semua pihak,” ajak Rudi. (hbb)