POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Pembina PBJI Kepri Optimis Jujitsu Kepri Langganan Borong Medali

Chadafi Nasution (kiri) bersa Oji dalam acara ramah tamah bersama pengurus dan atlet PBJI Kepri.

BATAM, POSMETRO.CO : Dia seorang jaksa. M Chadafi Nasution, namanya. Karirnya di kejaksaan tak diragukan lagi. Sudah banyak posisi strategis didudukinya.

Kepala seksie (Kasi) pidana, misalnya. Pernah juga menjabat Kasi Pidana Lhusus (Pidsus), menyangkut kasus-kasus korupsi. Dan Kasi Datun. Sebagai jaksa penuntut, kasus yang ditangani pun kasus-kasus yang mencuri perhatian publik.

Itu di instansi kejaksaan. Di luar itu, Chadafi sosok yang peduli. Punya banyak relasi. Berteman dengan siapa saja. Bahkan, kini ia diamanahkan sebagai Pembina Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) Kepulauan Riau.

Chadafi pernah lama bertugas di Batam. Tapi, sebagai seorang pegawai instansi vertikal, Chadafi berpotensi dipindahkan ke beberapa daerah. Saat ini, misalnya, Chadafi memang bertugas di luar Kepri.

Tapi, dia tak akan ‘dilepas’ dari Kepri. Anak dan istrinya masih berdomisili di Batam. Hal itu pula yang memungkinkan Chadafi tetap beragaul dengan kalangan wartawan di Batam.

Ditugaskan dimana pun, tak menghalangi Chadafi untuk berbagi ide dan buah pikir dengan siapa saja. Termasuk dengan pengurus PBJI Kepri.

PBJI adalah induk olahraga resmi cabang olahraga (Cabor) beladiri jujitsu. PBJI  sudah diakui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebagai anggota resmi.

Artinya, jujitsu kini masuk dalam daftar olahraga prestasi binaan KONI. Namun, untuk mencapai prestasi gemilang, harus ada banyak pihak yang peduli. Sosok pembina dalam sebuah cabor juga sangat menentukan prestasi cabor tersebut. Apalagi, PBJI adalah induk cabor. Ada banyak perguruan dan klub jujitsu yang butuh pembinaan.

“Ini amanah,” kata Chadafi. Sebagai cabor di bawah binaan KONI, jujitsu harus mendapatkan perhatian dan pembinaan dari KONI.

“Tapi itu saja, mungkin belum cukup,” kata Chadafi. Ia juga membidik pihak-pihak swasta maupun personal yang peduli pada prestasi olahraga.

“Kita harus bersama-sama memperhatikan adik-adik kita agar terus semangat berprestasi,” kata Chadafi.

Chadafi menjelaskan, Cabor jujitsu memang termasuk baru diterima KONI. Bermula diterima PBJI di KONI pusat sebelum Asian Games 2018 lalu. Setelahnya, PBJI daerah juga melaporkan diri ke KONI Daerah masing-masing.

“Termasuk Kepri,” imbuhnya. Kendati baru masuk KONI, tapi cabor jujitsu termasuk cabor paling tua. Beladiri jujitsu sudah berkembang pesat di Indonesia. Jujitsu juga dikenal sebagai beladiri di instansi militer, kepolisian, penegak hukum serta petugas keamanan.

“Sifatnya melumpuhkan,” kata Chadafi. Kini, beladiri jujitsu sudah berkembang di tengah masyarakat. Bahkan sangat diminati. “Dan juga menjadi beladiri prestasi,” kata ayah dua anak ini.

Nah, bicara beladiri prestasi, sebagai pembina ia merasa punya tanggung jawab agar prestasi jujitsu Kepri bisa diperhitungkan di tingkat nasional.

Bahkan internasional. Terbukti, pada ekshibisi PON XX Papua, Jujitsu Kepri berhasil meraih dua perunggu.

“Pada PON Sumut-Aceh 2024 nanti, jujitsu sudah dipertandingkan. Dari sekarang, kita sudah menyiapkan atlet agar nanti bisa menyumbangkan emas untuk Provinsi Kepri,” sebutnya.

Beberapa langkah sudah disiapkan Chadafi. Termasuk menyiapkan banyak dojo (tempat latihan) di Kepri.

“Tidak hanya di Batam, nanti akan berkembang dojo-dojo di luar Batam, seperti Bintan dan Tanjungpinang,” ujarnya.

Beberapa kabupaten lain, seperti Karimun dan Lingga juga sedang menyiapkan pembukaan beberapa dojo.

“Dari banyak dojo inilah, putra-putri terbaik Kepri punya kesempatan untuk berlatih. Selanjutnya, akan kita seleksi. Lalu akan dilakukan pembinaan terpusat,” sebutnya.

Dojo pusat pembinaan kemungkinan akan diadakan di Batam. “Karena memang, sejauh ini, masih didominasi oleh atlet-atlet Batam,” sebutnya.

Saat ini, tercatat ratusan siswa jujitsu di Kepri. Mereka berlatih di beberapa dojo, termasuk di camp beladiri campuran, dojo sekolah dan dojo umum. Siswa yang aktif juga dari latar belakang profesi yang berbeda, pelajar, mahasiswa, pengusaha, anggota Bakamla, anggota TNI/Polri, dan beberapa wanita karir.

Chadafi merasa senang dan semangat berjuang untuk Jujitsu Kepri. Karena Chadafi memang sosok yang gemar berolahraga.

“Kalau kita memulainya dari niat yang ikhlas, semua akan berjalan. Karena memang kita melakukannya secara bersama-sama demi sebuah prestasi,” katanya.

Rozi Juhendra, Ketua Umum PBJI Kepri menjelaskan, pada prinsipnya, apa pun jabatan dalam sebuah organisasi olahraga, tanggung jawabnya tetap sama.

“Semua pengurus yang sudah di-SK-kan ini harus sudah bekerja. Kita sama-sama punya tanggung jawab untuk mengharumkan nama PBJI Kepri,” ujar pria yang akrab disapa Oji ini.

Sebagai pelatih yang merintis perkembangan jujitsu di Kepri, Oji optimis Jujitsu Kepri bisa menembus prestasi internasional.

“Kami punya sosok pembina seperti Bang Chadafi yang ikhlas membagi waktunya, tanpa pamrih, berjuang untuk prestasi Jujitsu Kepri,” kata Oji. Terbukti pada PON Papua, atlet Kepri bisa mencengangkan sejumlah daerah yang selama ini dikenal sebagai lumbung atlet jujitsu.

“Ini tak lepas dari campur tangan Bang Chadafi,” kata Oji. Namun diakui Oji, masih banyak yang harus dibenahi. Terutama ketersediaan fasilitas latihan, serta pembinaan dan penghargaan untuk atlet.

“Sebagai mantan atlet, saya sangat mengerti apa yang dibutuhkan oleh atlet. Tapi hal ini masih kita perjuangkan bersama-sama,” ujar Oji.(hbb)