POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Haswandi, Mantan Ketua PN Batam, Dilantik jadi Hakim Agung

BATAM, PM: Ketua Mahkamah Agung, Syarifuddin, melantik dan mengambil sumpah 7 orang hakim agung di Jakarta, Selasa (19/10).

Pelantikan dan pengambilan sumpah ini berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo Nomor: 116/P Tahun 2021 tanggal 30 September 2021 tentang Pengangkatan Hakim Agung.

Satu dari 7 hakim agung itu bernama Haswandi. Pria kelahiran Payakumbuh, Sumatra Barat, 2 April 1961 itu pernah menjadi Ketua Pengadilan Negeri (PN) Batam. Di zaman Haswandi menjabat, ada perkara yang menonjol.

Salah satunya yaitu kasus pembunuhan Putri Mega Umboh, istri dari perwira Polda Kepri, AKBP Mindo Tampubolon. Saat itu PN Batam masih berkantor di Sekupang, Kota Batam.

Karo Humas Mahkamah Agung, Sobandi membenarkan, kalau Haswandi pernah menjabat sebagai Ketua PN Batam tahun 2011 silam.

Bahkan saat itu, Sobandi juga menjadi hakim di PN Batam. “Iya benar, beliau (Haswandi) mantan Ketua PN Batam,” kata Sobandi dikonformasi POSMETRO usai pelantikan.

Adapun 7 hakim agung yang dilantik dan diambil sumpahnya yaitu: Dwiarso Budi Santiarto, sebagai Hakim Agung Kamar Pidana. Jabatan sebelumnya adalah Kepala Badan Pengawasan Mahkamah Agung.

Jupriyadi, sebagai Hakim Agung Kamar Pidana. Jabatan sebelumnya adalah Hakim Tinggi pada Badan Pengawasan.
Prim Haryadi, sebagai Hakim Agung Kamar Pidana. Jabatan sebelumnya adalah Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum.

Suharto sebagai Hakim Agung Kamar Pidana. Jabatan sebelumnya adalah Panitera Muda Perkara Pidana Khusus Kepaniteraan Mahkamah Agung.

Yohanes Priyana, sebagai Hakim Agung Kamar Pidana. Jabatan sebelumnya adalah Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Pontianak.

Haswandi sebagai Hakim Agung Kamar Perdata. Jabatan sebelumnya adalah Panitera Muda Perkara Perdata Khusus Kepaniteraan. Brigadir Jenderal TNI Dr. Tama Ulinta Br Tarigan, sebagai Hakim Agung Kamar Militer. Jabatan sebelumnya adalah Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama.

Tujuh nama Hakim Agung ini merupakan pilihan dari sebelas orang yang diajukan oleh Komisi Yudisial ke Komisi III DPR RI. Ketujuhnya merupakan calon hakim agung yang telah lulus menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPR RI pada Senin, 20 September 2021. (cnk)