POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Motor Curian Dijual Cepat Rp 500 Ribu

Barang bukti yang diamankan polisi. (foto : cnk)

BATAM, POSMETRO.CO : Tiga remaja di Batam salah pergaulan. Masih bocah, sudah menjadi aktor intelektual kasus pencurian kendaraan bermotor. Adalah AL (16), WA (14) dan P (19).

Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) nya tersebar: wilayah Batuampar, Batuaji dan Batamkota.

“Pelakunya tiga orang, dua orang penadah dan satu pelaku utama, masih di bawah umur,” kata Kapolsek Batuampar AKP Salahuddin, usai keterangan pers, Rabu (6/10).

Katanya, pelaku utama yang sudah dikantongi identitas nya itu ada empat orang. Tiga diantaranya juga di bawah umur, masih DPO (Daftar Pencarian Orang).

“Mereka pemain baru. Targetnya memang motor Yamaha Vega R lama,” timpal Kanit Reskrim Polsek Batuampar, Iptu Prawiro Hadi Wijaya.

Kata Kanit, para pelaku salah pergaulan. Kendaraan yang mereka curi dijual cepat dengan harga yang terjangkau.

“Paling murah itu Rp 500 ribu. Siapa cepat dia dapat. Nggak nunggu lama lama. Dan yang beli (penadah) masih satu geng juga dengan pelaku,” ulas Prawiro. Nah, sebagian pelaku berstatus masih pelajar di Batam.

Uang hasil penjualan sepeda motor curian tersebut dihabiskan mereka untuk bersenang-senang. Dan selama beraksi, tidak ada yang mengajari.

“Pengakuan pelaku tak ada, mungkin  temannya yang residivis yang ajari bobol kontak motor. Pengakuan pelaku belajar sendiri,” katanya.

Prawiro menyebut, modus pelaku membobol kontak motor dengan gunting. Alhasil, lima unit motor Yamaha Mio dan Yamaha Vega R diamankan diduga dari hasil kejahatan para pelaku.

Kasus curanmor ini terungkap dari petunjuk rekaman CCTV di parkiran K2 Hotel Seruni. Korbannya adalah sekuriti di hotel tersebut. Kejadiannya Sabtu 25 September 2021 pukul 22.00 WIB.

“Saat itu korban memarkirkan sepeda motor miliknya di parkiran K2 Hotel Seruni selanjutnya korban langsung masuk ke dalam hotel untuk melaksanakan jaga sebagai ke sekuriti, sekitar pukul 05.00 WIB korban hendak pulang dan melihat sepeda motor miliknya sudah tidak ada lagi,” kata Prawiro.

Selanjutnya untuk TKP di Batuaji pada 15 September 2021, pukul 20.00 WIB. Yang mana pada saat itu korban pergi menghadiri acara ulang tahun temannya.

Setelah itu korban menitipkan sepeda motor miliknya yang di parkirkan di rumah temannya.

“Setelah pulang dari acara ulang tahun sepeda motor miliknya yang parkirkan di teras depan rumah sudah tidak ada lagi,” katanya.

Kemudian untuk kejadian di Batamkota pada 2 September 2021 pukul 07.00 WIB. Saat itu korban memarkirkan sepeda motor miliknya di depan ruko setelah itu korban langsung masuk ke dalam ruko untuk bekerja.

“Sekitar pukul 17.30 WIB korban hendak pulang dan melihat sepeda motor miliknya sudah hilang,” timpalnya.

Karena ulahnya, pelaku dijerat Pasal 363 ayat 2 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara. (cnk)