POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Rudi Dorong Batik Batam Terus Berkembang

Pembukaan A-Plus Batik Kepri Met Gala (Kompetisi & Pameran Fashion Batik Kepri) di Atrium Timur Mega Mall, Batam, Sabtu (2/10). (Ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Pengelaran A-Plus Batik Kepri Met Gala (Kompetisi Pameran Fashion Batik Kepri) di Atrium Timur Mega Mall, menampilkan kreasi desainer Kota Batam, Sabtu (2/10).

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan pihaknya mendorong, batik lokal terus berkembang dan bersaing di kancah nasional maupun internasional. Menurutnya, hal ini dipengaruhi kualitas dan harga yang terjangkau.

“Mudah-mudahan ke depan banyak pembatik dari Batam dan Kepri,” ucap Rudi saat membuka acara tersebut.

Kegiatan tersebut di gelar sempena peringatan Hari Batik Nasional. Pemerintah daerah, kata Rudi turut andil membantu perkembangan produk lokal. Di Pemko Batam sudah diimbau bagi pegawai menggunkan batik produksi lokal begitu juga sejumlah pegawai perkantoran seperti perbankan.

“Kita ingin produk lokal berkembang dan bertahan. Tapi jangan lupa, produksi batik ini harus perhatikan desain dan kualitas lebih bagus,” pesan Rudi.

Kegiatan ini dibuka langsung Ketua Dekranasda Kota Batam sekaligus Wakil Gubenur Kepri Marlin Agustina Rudi. Atas nama Pemerintah Provinsi Kepri, turut mengapresiasi penyelenggaraan acara Batik ini. Ia mendorong, agar Usaha Kecil Mikro (UMK) dan Industri Kecil Menengah (IKM) di Kepri terus berkembang dan semakin dikenal.

“Kita berharap ini menjadi sarana motivasi, inovasi, pengembangan kreatifitas di bidang fashion dan modeling,” ujarnya.

Soal Batik, Marlin kerap dikenal sebagai tokoh yang memiliki peran dibalik suksesnya Batik Batam, salah satu yang ikonik adalah Motif Ikan Marlin. Maka tidak heran, selain menggelar Hari Batik Nasional, Dekranasda Batam juga kerap menggelar fashion week bersama desainer Batam.

“Sekarang ada 12 motif Batik Batam. Perkembangannya luar biasa,” terang Marlin.

Selain itu, desainer Batam juga yang semula hanya 4 orang kini sudah ada 9 orang. Begitupun pengrajin batik yang semakin banyak. Mereka ini telah mendapat pelatihan untuk mengembangkan potensinya masing-masing.

Marlin menyebutkan, pihaknya juga mengembangkan batik yang sesuai dengan keinginan kaum muda (milenial) baik dari segi desain, warna maupun modelnya.

“Sekarang Dekranasda Batam juga kembangkan batik khusus pesantren dan anak kebutuhan khusus, alhamdulilah punya galeri,” terangnya. (hbb)