POSMETRO.CO Metro Sport

Langkah Menuju Prestasi Puncak Jujitsu Kepri di PON XX Papua

Amri berfoto bersama pengurus, atlet dan pelatih jujitsu di Dojo  Kenacha Martial Arts Academy, Batam Kota.

BATAM, POSMETRO.CO : Cabang olahraga beladiri jujitsu kini menjadi perhatian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepulauan Riau.

Hal ini ditandai dengan kunjungan Wakil Sekretaris Umum KONI Kepri, Amri ke Dojo (tempat latihan) Kenacha Martial Arts Academy, Batam Kota.

Di dojo ini pula, sejumlah atlet potensial Kepri digembleng. Saat ini, atlet dan pelatih jujitsu Kepri sedang fokus menyonsong PON XX Papua.

“Saat ini, jujitsu sudah masuk ke dalam olahraga prestasi. Artinya apa? Ini juga menjadi tanggung jawab KONI,” ujar Amri di hadapan atlet, pelatih dan praktisi jujitsu, Selasa (7/9) malam.

Cabor beladiri jujitsu ini menjadi perhatian khusus KONI Kepri. Amri optimis, jujitsu menjadi salah satu cabor yang akan mengharumkan nama Kepri.

“Semua butuh proses, pembinaan terus berjalan,” sebutnya. Debut jujitsu di agenda nasional sekelas PON, kata Amri, menjadi langkah awal bagi jujitsu Kepri untuk menuju prestasi puncak.

“Periode PON kali ini, cabor jujitsu sudah masuk dalam tahap eksibishi. Berikutnya, di PON Sumut-Aceh (2024), jujitsu ini bisa jadi penyumbang medali untuk Kepri,” ujar Amri memotivasi.

Kepada atlet dan pelatih, Amri berpesan, terus semangat berlatih. “Saya tahu perkembangan jujitsu di Indonesia. Saya tahu kapan Cabor Jujitsu ini masuk KONI pusat. Terhitung baru. Dan, saya juga tahu perjuangan Sensei Oji di Kepri untuk mengembangkan jujitsu ini. Maka dari itu, kami dari KONI juga akan membantu melakukan pembinaan terhadap cabor jujitsu ini,” ujarnya.

Chris, atlet yang disiapkan untuk PON XX Papua mengaku semakin termotivasi dengan kehadiran pengurus KONI Kepri ini.

“Selama ini, saya dan adek-adek kami di sini (Kepri) motivasi latihannya untuk kesehatan dan bekal beladiri,” sebut Chris.

Tapi kini, kata Chris, cabor jujitsu menjadi salah satu cabor prestasi di bawah naungan KONI.

“Ini kesempatan bagi kami untuk ikut mengharumkan dan membanggakan KONI Kepri ke depannya,” kata Chris.

Sebagai atlet yang sudah memasuki usia yang tidak lagi muda, atlet 35 tahun ini menyebut akan terus berusaha memotivasi atlet-atlet usia emas.

“Kami punya atlet muda yang sangat potensial, seperti Ryan dan Danang,” kata atlet Indonesia Spider Jujitsu (ISJ) ini.

Di bawah pembinaan Sensei Oji, kata Chris, atlet-alet muda ini diyakini bisa mengharumkan nama Kepri.

“Bahkan, saya optimis, mereka bisa berprestasi untuk Indonesia di kancah internasional,” ujarnya optimis.

Kendati begitu, Chris menyadari, sejauh ini, belum ada pihak-pihak yang secara khusus melakukan pembinaan terhadap jujitsu.

“Saat ini, KONI sudah pasti menjadi harapan kami untuk memberikan pembinaan. Kami juga berharap, ada pihak lain, semisal pihak swasta yang peduli dengan prestasi jujitsu Kepri,” katanya.

Secara singkat, Chris menjelaskan, beladiri jujitsu adalah beladiri yang dianggapnya sangat efektif untuk pembelaan diri. Tekniknya sangat beragam.

“Ada teknik-teknik andalan, semisal teknik bantingan dan kuncian yang sangat efektif untuk pembelaan diri,” jelasnya.

Jujitsu juga cocok dipelajari oleh kaum wanita dan anak-anak.

“Ada banyak teknik-teknik lembut dalam beladiri jujitsu,” katanya.

Saat ini, kata Chris, banyak klub, perguruan dan jenis aliran jujitsu yang berkembang di Indonesia.

Namun ketika bicara tentang prestasi, jujitsu yang diakui KONI hanya yang tergabung dalam Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI). Untuk di Batam, belajar beladiri jujitsu, sebut Chris bisa datang langsung ke Dojo Kenacha Martial Arts Academy.(chi)