POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Kasus Melandai Batam Berstatus Oranye

Wakil Walikota Batam, Amsakar Ahcmad.(foto-hbb)

BATAM, POSMETRO.CO: Kasus positif Covid-19 melandai, Batam saat ini berstatus oranye. Hal ini berdasarkan, data Gugus Tugas Covid-19 Kepulauan Riau (Kepri).

“Iya, Batam berstatus oranye berdasarkan data dari Pemprov. Karena, kita (Batam) sudah menurun,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Kamis (19/8).

Data harian kasus positif Covid-19 di Kota Batam juga mulai menurun, Rabu (18/8), warga yang terkonfirmasi ada 68 orang, lalu yang meninggal 10 orang, dan pasien sembuh 170 orang.

Untuk sementara, total kasus positif di Batam, sejak 1 Maret 2020 hingga 18 Agustus 2021, kasus Covid-19 sudah mencapai angka 25.130 orang. Dengan rincian, 23.176 sembuh, meninggal 765 orang, kemudian pasien dalam perawatan 649 orang.

Dampaknya, pasien yang dirawat disejumlah rumah sakit di Kota Batam juga berkurang. Di sisi lain mereka yang melakukan isolasi mandiri juga sedikit.

Selain itu, kecamatan di hinterland (Pulau Penyangga) Bulang saat ini berstatus zona hijau atau aman. Hal ini berdasarkan pasien positif dalam perawatan diangka nol kasus.

Sementara, tiga kecamatan juga bewarna kuning dua kecamatan hiterland, Belakangpadang dan Galang dan satu kecamatan mainland, Batuampar. Sedangkan, delapan kecamatan stagnan di zona merah antara lain Bengkong, Batamkota, Sekupang, Lubukbaja, Seibeduk, Sagulung, Batuaji, dan Nongsa.

“Alhamdulillah, satu kecamatan sudah berstatus hijau. Dan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Batam makin membaik,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi,

Sebelumnya, Rudi menargetkan kecamatan di hinterland harus segera bebas dari Covid-19. Rudi juga meminta Camat, Lurah, dan PPKM terus melakukan upaya penanganan di lapangan.

Ia menjelaskan penanganan Covid-19 di pulau seharusnya lebih mudah, karena mobilitas masyarakat tidak seperti di pusat Kota Batam. Sehingga jika ada yang terpapar, tracing dapat dengan cepat dilakukan.

“Makin sadarnya masyarakat menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Penyebaran kasus ini bisa tekan,” pesan Rudi. (hbb)