POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Tetap Berprestasi  Saat Pandemi

Semarak Kemerdekaan di Sekolah Muhammadiyah Plus Batam

Aden Yusuf Maulana foto bersama Khanza Arsyakayla Ayazi, pemenang lomba family vocal tingkat kelas I-III

BATAM, POSMETRO.CO : Masih pandemi. Proses belajar mengajar masih digelar virtual. Dalam jaringan (daring). Siswa di rumah, guru menyampaikan materi dari sekolah. Sudah lama seperti itu.

Banyak siswa merasa bosan. Boring, kata mereka. Tapi, tak sedikit sekolah lekas beradaptasi. Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Semisal, program belajar yang diterapkan Sekolah Muhammadiyah Plus Batam. Sekolah ini berlokasi di Jalan Kutilang Raya Perum Kurnia Djaja Alam, Batam Kota. Materi pelajaran disampaikan dengan pola-pola yang menyenangkan.

Tidak membosankan siswa. Selalu saja ada cerita baru, yang membuat siswa tetap semangat belajar secara daring.

Tahun ini, perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia masih dalam suasana Pandemi Covid-19. Pihak sekolah Muhammadiyah Plus Batam berkeinginan, HUT Kemerdekaan ke-76 ini tetap semarak. Berbagai lomba digelar.

Tentu saja harus mematuhi protokol kesehatan. Maka digelar beragam lomba yang bisa dilakukan siswa dari rumah. Apa saja? Membaca puisi, solo vocal dan familiy vocal. Pesertanya terbuka untuk semua siswa sekolah Muhammadiyah Plus. Dibagi menjadi beberapa kategori tingkatan: kelas I-III, IV-VI dan VII-IX

“Khanza mau ikut lomba family vocal. Bersama ayah,” kata Khanza Arsyakayla Ayazi, dua pekan jelang hari puncak HUT Kemerdekaan RI. Siswa kelas ID, Muhammadiyah Plus ini sangat bersemangat. Lomba ini dianggapnya sebagai kegiatan untuk menyemarakkan kemerdekaan RI. Dia berlatih bersama sang ayah. Tapi, kesannya hanya sebatas seru-seruan. Menang-kalah tak menjadi target.

Lomba-lomba di atas tentu saja bertemakan nasionalisme. Jelang puncak hari kemerdekaan itu, Khanza jadi punya rutinitas menyenangkan: berkaraoke bersama ayah.

Setelah merasa klop, duet Khanza dan ayah divideokan. Hasilnya dikirimkan ke panitia lomba, sehari menjelang batas akhir pengiriman. Dijadwalkan, hasil pemenang diumumkan H-1 puncak hari kemerdekaan.

Walau tak bertatap muka, Khanza tahu siapa saja kawannya yang ikut lomba. Ia juga tahu, di sekolahnya, guru-guru juga menggelar beberapa lomba, diantaranya: lomba memasak dan menghias kelas. Sebab, lomba-lomba itu juga dibagikan sekolah lewat media sosial sekolah. Sangat semarak. Tapi, tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Tak ada kerumunan. Pihak sekolah ingin memberikan contoh, sesulit apa pun situasi, di hari kemerdekaan RI ini, tatap harus menghormati jasa-jasa para pahlawan.

Pemenang lomba diumumkan, Senin (16/8). Diinfokan kepada orangtua siswa yang juara. Para juara diminta datang sesuai jadwal. Mengambil piala dan piagam penghargaan sebagai pemenang. Begitu juga dengan Khanza. Ia sangat senang saat dinyatakan sebagai pemenang lomba.

Di hari kemerdekaan itu, Selasa (17/8), beberapa guru Sekolah Muhammadiyah Plus terlihat bergembira. Panitia lomba memanggil nama-nama pemenang. Acara digelar terbatas di halaman sekolah. Piala-piala disusun di atas meja. Para juara datang silih-berganti. Tak ada kerumunan. Sebab, pemenang memang diundang sesuai jadwal per kategori lomba.

“Tetap kita atur agar tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Kepala Sekolah Dasar Muhammadiyah Plus Batam, Aden Yusuf Maulana kepada POSMETRO. Aden memastikan, semua lomba digelar secara protokol kesehatan. Termasuk mengatur kedatangan para juara lomba ke sekolah saat mengambil piala.

Aden menjelaskan, berbagai lomba itu digelar agar siswa tetap berkreativitas. Siswa tidak boleh ‘mati prestasi’ walau situasi lagi sulit. Lomba digelar online. “Alhamdulillah, siswa kita sangat antusias mengikuti lomba,” ujarnya. Ratusan siswa ikut andil mengikuti lomba. Dengan lomba ini, Aden menunjukkan bahwa sekolah tetap ada. Aden ingin siswa tetap semangat dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

Tidak hanya pada siswa, Aden juga berharap, guru-guru tetap semangat. Lomba juga digelar untuk para guru. Di antaranya: lomba memasak dan mengias kelas.

Kelas-kelas dihias. Pantauan POSMETRO di kelas IV A, hiasan bernuasa merah-putih semakin mempercantik kelas. Walau siswa tak bisa datang ke sekolah, namun ruang kelas yang dihias itu bisa dinikmati via video dan foto. Kelas itu dihias oleh para guru. Dikomando oleh wali kelas. “Kelas dihias sendiri dengan bahan-bahan yang tidak dibeli,” ujar Laila Sabatini, wali kelas IV A. Artinya, penitia lomba menuntut kreativitas. Di sebuah sudut kelas, terlihat foto-foto para pahlawan nasional yang ditempel di atas kertas putih. Kertas-kertas putih itu dirangkai bak sebuah layar proyektor. Di sudut lain, ditulis kata-kata motivasi. Tentu saja, ada kalimat memperingati dan menyemarakkan HUT ke-76 Kemerdekaan RI. “Alhamdulillah, kelas kami juara dua,” sebut guru yang akrab disapa Miss El itu.

Lomba tak hanya untuk siswa sekolah dasar. Sekolah Muhammdiyah Plus Batam juga menggelar lomba untuk siswa SMP. “Lombanya juga digelar online. Siswa mengikutinya dari rumah. Divideokan. Lalu dikirim ke panitia lomba yang sudah dibentuk pihak sekolah,” ujar Ani Hidayatin, Kepala SMP Muhammadiyah Plus. Lomba yang digelar untuk tingkat SMP: membaca puisi, membuat poster, menyanyikan lagu nasional, video ucapan pendek memperingati kemerdekaan, tari tradisional dan kreasi daur ulang.

Walau digelar online, Ani meyakini, lomba ini tak mengurangi nilai-nilai semangat perayaan HUT Kemerdekaan RI. Bahkan, perlombaan ini juga menyampaikan pesan kepada siswa untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. “Tetap belajar, tetap berkreativitas, tetap berprestasi walau di situasi pandemi seperti ini. Tetap semangat,” pesan Ani kepada semua siswa.(chi)