POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

“Banyak yang Minat, Tapi Tak Sanggup Latihan Fisik”

“Ssssssiaahhh…..ssssssss….sssssiaaahh” “Maju” “Strike”

Begitu yang dikatakan Wil, instruktur saat memandu gerakan lawan di depannya.

“Jab” “Strike” “Langsung double” Dan tak lama semua orang tertawa. Ada gerakan yang belum pernah atau jarang sekali dilakukan, tapi terjadi pada Selasa (3/8) sore di Quantum Muaythai Camp, Tiban Koperasi, Sekupang, Batam, Kepri.

Gerakan “double” yang dilakukan member di depan Wil, membuat suasana yang tadinya sedikit tegang berubah enjoy.

Gerakan “double” yang dilakukan member baru itu adalah kedua tangannya memukul secara bersamaan. Namun, Wil terlihat menyemangati rekannya yang akan bergabung untuk latihan di Muaythai.

“Semangat perlu dijaga. Karena banyak yang minat, tapi tak sanggup dengan latihan fisiknya,” kata remaja yang baru duduk dibangku kelas 10 di SMA Negeri 1 Batam itu.

Memang, lanjut Wil latihan fisik di tempatnya itu agak keras. Setiap Senin wajib lari 10 kilometer. Latihan maksimal itu 4 jam. “Jadi ini (Muaythai) bukan untuk yang sekedar ikut-ikutan. Ini bukan untuk main-main,” tegasnya.

Wil menyebut, di Quantum Muaythai Camp ini mereka ada 9 orang di bawah binaan Hendri Koto. Semuanya masih muda. Latihannya setiap hari.

Peralatannya lengkap. Ada dua bagian tempat latihan. Di bagian paling kanan dari pintu masuk, ada bentangan matras. Lengkap dengan samsak gantung. Lainnya ada ring tinju.

“Apalagi di tengah pandemi ini butuh olah raga untuk meningkatkan imun,” timpal Hendri Koto kepada POSMETRO di sela latihan.

Untuk kelas atlet di sana, kini tengah dipersiapkan untuk Pelatda Muaythai Kepri. “Ada satu atlet kami yang akan berangkat ke PON XX Papua 2021. Tapi hari ini tidak datang,” timpalnya. Pihaknya berharap, ada perwakilan dari Kepri, yang menambah harum nama Batam. (cnk)