POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Batal Nikah Gara-gara Sabu di Selangkangan

Barang bukti sabu yang berhasil diamankan polisi.(foto : cnk)

BATAM, POSMETRO.CO : Lonjong. Menyerupai bentuk telur. Diameter sekitar 3 sentimeter, panjangnya lebih kurang 5 sentimeter. Kalau dipencet dengan ujung jari, terasa lunak. Benda dalam dua bungkus plastik bening ini dipaparkan oleh polisi.

“Ini semua sabu,” kata Kasat Narkoba Polresta Barelang Kompol Lulik Febyantara sambil mengangkat barang bukti hasil pengembangan, Senin (2/8).

Lulik tak menyangka, benda sebesar telur ayam itu bisa masuk ke dalam saluran buang air besar, RM pemuda yang belum lama ini diciduk oleh petugas di bandara Hang Nadim Batam pada Kamis (29/7) lalu.

“Kalau pecah di dalam, gimana?” tanya perwira melati satu itu kepada RM saat ekspos. Tersangka hanya diam, sambil menundukkan kepalanya menghindari jepretan dan rekaman gawai para wartawan.

Memang, sabu dalam bentuk kapsul yang diselundupkan kali ini bentuknya agak lebih besar dari yang ditemukan sebelumnya. Benda lunak tersebut, dipaksa keluar dari dubur dan selangkangan pemuda yang berdomisili di Nongsa, Batam itu.

“Yang bersangkutan diminta untuk minum obat pencahar, agar benda itu bisa keluar,” kata Lulik. Setelah keluar, dicek untuk memastikan, benar benda itu mengandung metamfetamina.

Tapi RM mengaku, menyesal. RM juga batal menikah. Jadi kurir narkoba untuk cari modal nikah ternyata bukanlah jalan pintas.

Lantas, bagaimana calon penumpang pesawat rute Batam-Jakarta-Bali itu  mendapatkan barang haram ini?

“Setelah ditangkap di bandara. Kita lakukan pengembangan,” jelas Lulik.

Rekannya, berinisial K diciduk. 7 paket lainnya dengan total 572 gram itu ada padanya. K dan RM saling mengenal satu sama lainnya.

“Mereka berteman lama sejak di Jawa Barat,” kata Lulik.  RM kurir. Sementara K yang punya barang. RM dijanjikan imbalan jasa kurir nya itu Rp 10 juta.  Selain RM, ada lagi kurir berinisial R yang diamankan di Polda Bali.

“Jadi ini yang kedua kali K mengirimkan sabu,” terangnya. K, lanjut Lulik merupakan pemain lama dalam lingkaran narkoba. Tapi, polisi masih menyelidiki satu nama lagi berinisial UN. Bos dari K yang diketahui tidak lagi di Batam. Mampukah polisi mengungkap sampai ke situ? (cnk)