POSMETRO.CO Metro Kepri Karimun

Siap-siap Jika Pengawasan Kendor, Karimun Bisa Berstatus PPKM Level 4

Bupati Karimun, H Aunur Rafiq saat memimpin Rapat Kordinasi percepatan dan penanganan Covid-19 pada Selasa (20/7) kemarin. (Foto humas pemkab Karimun.)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Status angka positif covid-19 di Kabupaten Karimun belakangan ini terus mengalami peningkatan, total positif Covid hingga hari ini sudah mencapai 2.904 orang. Hal ini membuat Pemerintah Kabupaten Karimun melalui tim percepatan penanganan covid-19 di Kabupaten Karimun menggelar rapat kordinasi yang di gelar di Gedung Nasional. Selasa (20/07). Jika kendor dalam pengawasan siap-siap Kabupaten Karimun bukan tidak mungkin akan masuk ke PPKM Level 4.

Hadir dalam rapat kordinasi tersebut Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, M.Si, Wakil Bupati Karimun, H. Anwar Hasyim, M.Si, Forkopimda Karimun, Sekda Karimun, Dr. H. Muhd. Firmansyah, M.Si, Asisten III Karimun, Kadis Kesehatan, Kadis LH, Kasatpol PP, Kabag KomHumas, Kabag Tapem, Kabag Perlengkapan, Camat Tebing, Direktur RSUD M. SANI, Dokter dan undangan lainnya.

Rapat Kordinasi digelar untuk mencari permasalahan – permasalahan yang terjadi dan guna mencari solusi yang akan diterapkan.

“Bisa dilihat dari bertambahnya penderita Positif Covid 19 perharinya. Pada Selasa (20/7) terjadi penambahan 64 orang, dan secara keseluruhannya atau total penderita Positif Covid 19 di Kabupaten Karimun sebanyak 2904 orang,” ucap Bupati Karimun Aunur Rafiq.

Diseburkan Rafiq Kondisi BOR ( Bed Occupancy Ratio ) di Kabupaten Karimun saat ini dimana RSUD M. SANI sudah terpakai sebanyak 59 dari 72 tempat tidur atau sekitar 82%. Kemudian di RSBT sudah terpakai sebanyak 17 dari 20 tempat tidur atau 85%.

“Sedang di RSUD TG. BATU sudah terpakai sebanyak 14 dari 15 tempat tidur,” terang Rafiq.

Dalam hal ini Rafiq pun menyatakan permasalahan dan upaya dalam rangka penanganan covid-19 ini diantaranya sekeliling Karimun dalam zona merah, potensi mengarah ke zona merah cukup
besar.

“Untuk itu mari kita bersama-sama harus bahu membahu agar Karimun terhindar PPKM Level IV. Dalam seminggu ini terjadi peningkatan kasus positip Covid-19 di Kabupaten
Karimun dan paling banyak cluster keluarga, agar isolasi mandiri di rumah benar-benar diseleksi dan dilakukan pengawasan ketat, Para Camat, Kapus dan seluruh petugas harus mengupayakan warga positip PCR maupun positip rapid untuk dapat dilakukan isolasi terpusat,” tegas Rafiq.

Selanjutnya dalam seminggu ini terjadi 6 pasien meninggal dalam status probable Covid
dengan antigen positip, langkah yang harus dilakukan untun mengupayakan secepatnya operasional PCR RSUD.

Kemudian BOR Karimun semakin bertambah dan hari ini –Selasa (20/7)– tertinggi sepanjang dua bulan
ini, ia pun meminta rumah sakit perlu memperketat menyeleksi dan mengatur pasien yang sudah layak
untuk dipulangkan.

“Untuk diketahui SMP Binaan akan direnovasi, kita tahu selama ini SMP binaan dijadikan isolasi terpusat. Untuk itu isolasi pasien positip PCR akan dipindahkan ke
SMK 1,” ujarnya lagi.

Rafiq pun meminta penanganan dengan tegas. Dimana pengawasan isolasi mandiri harus ketat dan apabila ada yang tidak patuh agar langsung dijemput untuk dibawa ke isolasi terpusat.

Dalam rapat kordinasi itu pun dihasilkan delapan kesimpulan dalam pengetatan pengawasan penangangan Covid-19 di Kabupaten Karimun.

“Dalam rangka menjaga angka BOR di kabupaten Karimun ada beberapa
Langkah yang akan di lakukan yaitu sebagai berikut kita mempersiapkan SMK N 1 sebagai tempat karantina terpadu menggantikan
SMP 2 Tebing yang akan di renovasi. Mempersiapkan PKM Meral Barat untuk digunakan bagi penanganan pasien dengan gejala ringan, Mempersiapkan RSUD Tanjung Batu untuk tambahan kapasitas tempat tidur dengan memanfaatkan aula puseksmas Tanjungbatu. Kemudian Mempersiapkan tambahan tempat tidur di RSUD M. Sani dengan
memanfaatkan Gedung pertemuan untuk di persiapkan sebagai ruang
tambahan. Memberlakukan ketentuan untuk penanganan pasien covid-19 sebagai diantaeanya pasien dengan gejala sedang dan berat akan di tangani di RSUD, pasien dengan gejala ringan akan ditangani di PKM Meral Barat, pasien tanpa gejala akan di bawa ke SMK N 1 yang akan segera di persiapkan menggantikan SMP N 2 Tebing. Masyarakat dengan hasil Reaktif antigen akan di isolasi di SMA N 4 Tebing. Akan mengeluarkan Edaran terbaru terkait pembatasan aktifitas masyarakat yaitu kegiatan
penjualan makan/minum di perbolehkan namun tidak menyediakan meja dan kursi melainkan dibawa pulang,” tegasnya.

Ia pun meminta Satpol PP di bantu dengan TNI Polri agar meningkatkan patroli yustisi terhadap kepatuhan
masyarakat, diantaranya Kepatuhan menggunakan masker, Rumah makan atau warung, kedai kopi, restoran, cafe tidak diperbolehkan menyediakan
meja dan kursi melainkan menyediakan makanan yang di bawa pulang selama 10 hari
kedepan, Mengawasi tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti coastal area dan
tempat sejenis lainnya dan mulai melakukan penyekatan dan putupan jalan di jam 4 sore untuk mengurai kerumunan masyarakat di beberapa titik yang padat.

“Kita juga membentuk TIM pengawasan protokol kesehatan di pasar yang disebar di pasar teluk uma, bukit tembak,
dan pasar maimun untuk mengawasi kepatuhan masyarakat yang berbelanja di pasar. Melakukan pengetatan terhadap pelaku perjalanan dari luar yang masuk kewilayah Kabupaten Karimun yang tidak melengkapi persyaratan akan di pulang ke daerah asal atau di inapkan 1 hari di ruang tunggu Pelabuhan sambil menunggu kapal berikutnya. Bagian Humas agar melakukan propaganda secara gencar terkait informasi covid-19 dengan
melibatkan media untuk mensosialisasikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar
mematuhi protokol Kesehatan. Seluruh ASN agar ikut membantu memberikan informasi tentang perkembangan covid-19
kepada masyarakat dan terakhir tempat wisata ditutup sementara sampai 10 hari kedepan,” tutup Rafiq.(ria/*)