POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Kartu Vaksin Manual Bukti Sah Sudah Divaksin

Ilustrasi kartu vaksin.

BATAM, POSMETRO.CO : Seorang pria tergopoh mendatangi lokasi vaksin. Ia menggegas langkah menuju meja petugas penginput data. Pria 42 tahun ini mengeluh, sertifikat vaksin digital miliknya belum keluar.

“Saya sudah divaksin dosis pertama. Tapi, sertifikat vaksin saya yang online belum keluar juga sampai sekarang,” ujarnya mengadu ke Puskesmas Tanjungsengkuang, Rabu (7/7) lalu.

Ia ceritakan alur vaksinasinya pada petugas. Ia mengaku ikut vaksin di salah satu lokasi vaksinasi massal di Batam. Lalu, petugas meminta kartu vaksin manual miliknya.

“Yang bapak pegang ini, sebenarnya sudah  jadi bukti bahwa bapak sudah divaksin,” ujar petugas menenangkan pria tersebut. Tapi, jawaban itu, belum membuatnya puas. Ia ingin sesegera mungkin memiliki sertifikat vaksin versi digital.

“Saya mau pulang kampung, takut nanti di bandara ditanya-tanya sertifikat vaksin yang digital itu,” katanya.

Dan, lagi, petugas meyakinkan dia bahwa kertas vaksin manual yang didapat di meja observasi setelah vaksin adalah bukti sah sudah divaksin. Demi pelayanan, petugas tetap mengecek datanya secara online.

“Bapak memang sudah terdaftar secara online. Tapi, mungkin ada kesalahan teknis. Setelah bapak disuntik vaksin, petugas waktu itu belum memasukan hasil observasinya. Kami akan segera menindaklanjutinya,” kata Dokter Reza, petugas vaksin di Puskesmas Tanjungsengkuang, Batam.

Petugas kembali mengulangi, kartu berupa kertas yang ditulis petugas di lokasi vaksin sudah menjadi bukti sah sudah divaksin.

Kepada POSMETRO, Reza menyebut, memang ada beberapa masyarakat yang mempertanyakan karena belum dapat sertifikat vaksin digital.

Penyebabnya nyaris sama: petugas belum menginput data penerima vaksin usai disuntik. Pantauan POSMETRO di sejumlah lokasi vaksin massal, peristiwa tersebut bisa saja terjadi karena membludaknya peserta vaksin.

Jumlah tenaga vaksin juga terbatas. Sehingga, data penerima vaksin menumpuk di meja observasi. Sementara, penerima vaksin sudah dibolehkan pulang setelah menunggu 15-30 menit di meja observasi. Masyarakat yang divaksin tidak bisa mengetahui apakah datanya sudah di-input petugas atau belum.

Menanggapi hal ini, Ince, petugas Puskesmas Tanjungsengkuang mengimbau masyatakat tidak risau. Sebab, kendala teknis bisa saja terjadi yang mengakibatkan belum keluarnya sertifikat vaksin versi digital. “Kartu vaksin manual yang didapat saat vaksin, itu adalah bukti sudah divaksin. Kartu manual berupa kertas ini juga bisa digunakan untuk persyaratan administrasi,” ujar Ince.

Kartu manual itu juga bisa dipakai untuk persyaratan bepergian. Hal ini merujuk pada Keputusan Menteri Nomor HK.07/MENKES/4638/2021 tentang Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Hal itu juga sudah ditegaskan oleh Juru Bicara Vaksinasi dari Kementrian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi. Kartu vaksin manual, kata dia, memiliki fungsi yang sama dengan sertifikat vaksin digital.

Dia menjelaskan, kartu vaksin manual berupa kertas itu didapat setelah disuntik vaksin. Kartu vaksin manual ini bisa digunakan apabila terjadi kendala atau belum didapatnya sertifikat vaksin digital. Kartu vaksin berupa kertas itu juga bisa dipakai sebagai syarat bepergian.

Sebelumnya, Wali Kota Batam, HM Rudi menyebut, seseorang yang sudah divaksin akan mendapat kartu vaksin. Kartu tersebut menjadi bukti bahwa seseorang sudah divaksin. Dia juga menegaskan, hal terpenting saat ini tetap harus mematuhi protokol kesehatan: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan. “Mengimbau masyarakat untuk mengurangi mobilitas,” ujarnya.(chi)