POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

PMI Batam Latih Puluhan Wartawan Memberikan Pertolongan Pertama

BATAM, PM: Pertolongan pertama, jangan asal tolong. Ada ilmunya. Harus menguasai tekniknya. Orang awam, selain tenaga medis, bisa memberikan pertolongan pertama. Tentu dengan cara yang benar.

Itulah yang mendasari Palang Merah Indonesia (PMI) Batam menggelar pelatihan. Kali ini, 30 kuota peserta diberikan kepada wartawan. “Karena wartawan ini, teman-teman yang bekerja di lapangan,” kata Asmin Patros, Sekretaris PMI Batam, saat membuka acara pelatihan di Gedung PMI Batam, Batam Centre, Rabu (23/6). Pelatihan ini bertajuk, “Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (PPBM)”

Profesi wartawan, kata dia, berpotensi besar bertemu dengan kasus-kasus kecelakaan. Demi kemanusiaan, demi menyelamatkan nyawa seseorang korban kecelakaan, wartawan juga harus lekas memberikan pertolongan pertama. “Tentu harus dengan cara yang benar,” kata Asmin. Acara pelatihan sehari itu digelar dengan menerapkan protokol kesehatan.

Adiyanto, pemateri utama, menjelaskan, selama masa Pandemi Covid-19, pertolongan pertama juga harus mengedepankan protokol kesehatan. Prinsip pelaksanaan pertolongan pertama itu, kata dia, harus aman bagi si penolong, aman bagi korban, tentu saja harus aman lingkungan. “Niatnya sudah benar, menolong orang lain, tapi dilakukan dengan cara yang salah. Jangan sampai hal itu terjadi,” kata Wakil Kepala Markas PMI Batam ini. Ia menegaskan, “Niatnya benar, caranya juga harus benar.”

Adiyanto berharap, setelah diberikan pelatihan dasar tentang cara pertolongan pertama, wartawan memiliki kemampuan untuk lekas memberikan pertolongan pertama pada seseorang. Materi pelatihan yang diberikan di antaranya: pertolongan pertama pada seseorang yang pingsan, terluka, patah tulang, dislokasi persendian, digigit ular berbisa, serta jenis-jenis kecelakaan dan penyakit lainnya. Adiyanto menjelaskan, pertolongan pertama itu bisa dilakukan oleh orang awam yang sudah terlatih. “Mengetahui cara yang benar untuk menolong korban sebelum korban mendapat pertolongan medis,” jelasnya.

Hendy, pemateri lainnya menyebut, ada beberapa kasus di Batam, pertolongan pertama tidak diberikan dengan cara yang benar. “Kita semua tahu, pertolongan pertama itu diberikan dengan niat yang baik, membantu seseorang yang sedang mengalami kecelakaan. Tapi, caranya juga harus benar,” sebut Kepala Divisi Pelayanan Instruktur PMI Batam ini. Berdasarkan itulah, PMI gencar menggelar pelatihan kepada masyarakat dan pekerja di beberapa perusahaan. Tujuannya adalah agar semakin banyak orang awam yang memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama pada seseorang yang membutuhkan pertolongan.

Kegiatan ini disambut baik oleh peserta pelatihan. Iman, seorang peserta berharap pelatihan ini bisa berlanjut. “Sangat bermanfaat. Harapannya, pelatihan ini bisa terus berlanjut dengan materi lainnya,” ujarnya.(chi)