POSMETRO.CO Metro Kepri Karimun

Lanal TBK Amankan KM Selat Perkasa Bawa 13 Ribu Liter Solar Illegal

Kapal KM Selat Perkasa yang mengangkut 13 ribu liter solar illegal diamankan di Mako Lanal TBK. (Foto-ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Lanal TBK bersama Tim Satgas Gombolo-21 berhasil mengamankan dugaan penyelundupan BBM illegal. Sebanyak 13 ribu Liter minyak HSD itu pun diamankan. 3 kru Kapal termasuk Nakhoda turut diamankan.

Penangkapan dilakukan oleh Tim Gabungan F1QR Lanal TBK dan Tim Satgas Gombolo-21.I Dispamsanal.

“Pada hari Sabtu (29/5) Tim F1QR Lanal TBK beserta Tim Satgas Gombolo-21.I Dispamsanal berhasil melaksanakan penangkapan Giat BBM Ilegal kapal kayu KM. Selat Perkasa GT.6 di perairan Tg. Balai Karimun pada koordinat 0°57.657′ N 103°.24.292’E,” ucap Danlanal TBK Letkol Laut (P) Puji Basuki, S.E., M.Tr Hanla kepada Posmetro.co, Minggu (30/5) siang.

Kronologis penangkapan berawal  pada Jum’at (28/5) sekitar pukul 20.0 wib. Adanya informasi penyelundupan barang illegal di laut. Kemudian sekitar  pukul 21.00 Tim bergerak menuju titik penyekatan dengan terpusat di perairan Pulai Tambelas,  Pulau Babi,  dan Selat Gelam.
Pada Sabtu (29/5) pukul 02.30 WIB dinihari petugas mendeteksi adanya  kapal kayu mencurigakan melintas diperairan Pulau Tambelas.

Petugas Lanal TBK saat memeriksa kelengkapan KM Selat Perkasa yang memuat 13 ribu liter solar illegal. (Foto-ist)

Mendapatkan hal itu tim langsung  menginfokan kepada KAL Pelawan kemudian pada koordinat 0°57.657′ N 103°.24.292’E KAL Pelawan melaksanakan penangkapan kapal kayu tersebut.

“Setelah dilaksanakan pengecekan, kapal tersebut mengangkut BBM jenis HSD sejumlah 13.000 Liter tidak dilengkapi dengan dokumen antara lain  Manifest, SIB dan Dokumen pendukung Kapal Pengangkut minyak Nihil, DO (Delivery Order) juga tidak ada,” sebut Puji.

Disebutnya lagi kapal KM Selat Perkasa rencananya akan melaksanakan bunkering ilegal di Tanjung Balai Karimun.

Pukul 04.00 Wib kapal kayu GT. 6 yang   pengangkut minyak Ilegal itu dibawa ke Mako Lanal TBK untuk dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut.(ria)