POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Perayaan Waisak 2565 BE di Batam, Kegiatan Ritual dan Acara Kesenian Ditiadakan

Peringatan Hari Raya Waisak 2565 BE, di Duta Maha Vihara Maitreya, Sei Panas, di tengah pandemi Covid-19, Rabu (26/5). (hbb)

BATAM, POSMETRO.CO:  Peringatan Hari Raya Waisak 2565 BE, di Duta Maha Vihara Maitreya, Sei Panas, diselenggarakan dengan sederhana di tengah pandemi Covid-19, Rabu (26/5).

Momentum kali ini tanpa ada ritual maupun acara kesenian. Meski demikian, umat Budha tetap menjalankan ibadah dengan khusyuk dengan protokol kesehatan.

“Hari (Waisak) ini hanya dengan sembayang saja. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Pandita Maha Vihara Duta Maitreya, Liyas Masri.

Katanya, karena pandemi Covid-19 ini, semua acara ritual dan event kesenian ditiadakan. Liyas menyampaikan saat kebaktian umat juga tidak dibiarkan berkerumun dan sesuai dengan aturan pemerintah menerapkan protokol kesehatan saat beribadah.

“Saat kebaktian tidak lebih dari 50 persen kapasitas vihara. Sedangkan kapasitas vihara ini memiliki daya tampung hingga 10 ribu orang,” jelasnya.

Ia mengaku sudah dua tahun perayaan Waisak dilaksanakan dengan berbeda. Pelaksanaan ritual ditiadakan, seperti upacara sujud doa sebagai bentuk syukur atas budi jasa sang Buddha, sebagai penghormatan kepada sang Buddha yang merupakan manusia agung.

Setelah itu, acara ritual dilanjutkan dengan persembahan bunga dan lilin disertai dengan bimbingan yang dipimpin oleh Pandita.

“Lalu ritual akan ditutup dengan memandikan patung sang Buddha, hal ini untuk mengingatkan pada didi sendiri supaya hati dan pikiran kita selalu bersih. Tapi itu tiadakan,” katanya.

Selesai acara ritual, biasanya Maha Duta Vihara Maitreya akan menampilkan berbagai event. Seperti kegiatan kesenian tujuannya agar dapat memetik nilai-nilai dari kesenian yang ditampilkan.

“Biasanya, bazar makanan vegetarian selalu ada pada setiap perayaan waisak. Tapi, tahun ini tidak ada,” terangnya.

Liyas membeberkan, perayaan waisak memperingati tiga peristiwa penting yang terjadi di masa kehidupan Buddha Gautama. Tiga peristiwa penting tersebut lahirnya Sang Siddharta, Pangeran Siddharta mencapai penerangan agung dan pencapaian Parinibbana.

“Perayaan Waisak ini untuk melakukan perenungan. Dari manusia agung, cita-cita mulia, membebaskan penderitaan dan mengingatkan manusia akan kelahiran, tua, sakit dan kematian,” pungkasnya. (hbb)