POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Rudi Khawatir Kasus Covid-19 Meningkat, Sehari 50 Orang Terpapar

Wali Kota Batam Muhammad Rudi

BATAM, POSMETRO.CO : Dalam satu minggu belakangan, terjadi peningkatan jumlah kasus Covid-19 yang signifikan.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengaku, sangat khawatir dengan penambahan tersebut. Ia meminta tim penegak disiplin protokol kesehatan Covid-19, pelaku usaha, masyarakat dan lain untuk taat menerapkan prokes.

“Saya khawatir, kita harus kerjasama, agar bisa menyelesaikan ini. Penting disampaikan, Covid-19 ini sangat berbahaya. Jadi semua masyarakat minta menggunakan masker,” ucap Rudi, Rabu (28/4).

Peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Batam, dinilai lebih tinggi dibanding tahun lalu. Rata-rata dalam sehari di atas 50 kasus. Hal ini menjadi pihaknya untuk memperketat prokes.

“Pertambahan Covid sekarang sangat tinggi. Kita harus menyelematkan, hampir tiap malam sekitar 50 orang. Masuk sekitar 50 orang, keluar sekitar 20 orang,” kata Rudi.

Dari data sementara, Selasa (27/4) pasien yang terpapar Covid-19 ada 65 kasus, sementara pasien yang sembuh hanya 18 orang. Total kasus untuk sementara sebanyak, 7.069 orang, dengan rincian, pasien sembuh sebanyak 6.329 orang, meninggal 161 orang, dan dalam perawatan 579 orang.

Imbas situasi terkini positif Covid-19 berdasarkan kecamatan, ada delapan wilayah mainland berimbas, hanya satu kecamatan bewarna merah muda yakni Batuampar.

Sedangkan tiga kecamatan hiterland juga bervariasi, Belakangpadang bewarna merah muda, Bulang bewarna kuning, dan Galang di zona hijau.

Sementara untuk rencana penanganan Covid-19 di Kota Batam. Terutama untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang masuk Batam. Pihaknya memilih untuk ditampung di rumah susun. Terlebih belakangan ini disebut, setiap pekerja pulang dari luar negeri, selalu ada yang positif.

“Terutama untuk pekerja (PMI). Setiap pulang, selalu ada yang positif. Tadi termaksud yang karantina mandiri, sekali swab, hilang. Makanya semua akan dimasukkan ke rusun,” tegasnya.

Langkah tegas diakui Rudi diambil, karena saat ini pihaknya perlu menyikapi virus varian baru yang mulai masuk Indonesia. Langkah ini sebagai antisipasi pencengahan virus tersebut.

“Kita khawatir dengan varian virus yang baru. Karena varian baru ini mengancam. Bantulah, kita berikan pemahaman supaya mengikuti protkes,” imbau mantan anggota dewan itu.

Sementara, Kepala Satuan Tugas Pemulangan PMI Kota Batam, Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan mengaku pihak siap bergerak cepat saat pemulangan PMI melalui Batam.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0316 ini menyampaikan, beberapa tempat penampungan sementara sudah dipersiapkan untuk menyambut pemulangan PMI secara besar-besaran. Hal ini dikarenakan adanya aturan larangan mudik lebaran di tanggal 5 Mei-17 Mei mendatang.

“Saat ini, tengah persiapan beberapa penampungan yang bekerjasama dengan Pemko. Saat ini, PMI yang ada di Batam berjumlah 700 lebih, dari data, Jumat (23/4) kemarin,” beber Sigit.

Selain itu kata Sigit, para PMI yang dipulangkan harus melakukan karantina mandiri selama lima hari dan pengecekan swab PCR sebanyak dua kali. Apabila hasil swab PCR menunjukan hasil negatif, TKI tersebut sudah diperbolehkan pulang ke daerah asalnya.

“Mereka harus melalui karantina selama lima hari dan wajib melakukan swab dua kali. Hasil, swab kedua keluar baru boleh kembali ke daerahnya,” jelas Sigit. (hbb)