POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Dinkes Imbau Masyarakat Harus Jeli Saat Antigen

Seorang warga melakukan tes rapid antigen belum lama ini di sebuah klinik di Kota Batam baru-baru ini. (abg)

BATAM, POSMETRO.CO: Untuk mencegah adanya alat antigen yang palsu ataupun bekas, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mengimbau, masyarakat yang meragukan alat antigen tersebut bisa dicek secara online. Apakah, sesuai dengan merek kementerian atau tidak.

Ketegasan ini Didi sampaikan, terkait adanya temuan alat antigen bekas dan palsu yang beredar di daerah lain di luar Kepri. Ia memastikan tidak ada petugas kesehatan yang menggunakan alat antigen bekas.
Dinkes Kota Batam, tegasnya kerap melakukan pengawasan kepada klinik atau rumah sakit yang memiliki pelayanan antigen.
“Kami menjamin, Batam tak ada. Kita memastikan alat digunakan sesuai,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam ini, Rabu (28/4).
Kata Didi, masyarakat harus jeli melihat petugas pengecek saat melakukan antigen. Selain itu, pastikan segel plastik alat antigen dibuka di depan konsumen. Jika tidak konsumen dapat menolak.
“Harus di cek juga, segel plastik antigen harus dibuka didepan konsumen. Kalau sudah terbuka, konsumen berhak menolak,” tegas Didi mengingatkan.
Ia mengatakan, secara berkala, pihaknya mendatangi fasilitas Kesehatan (Faskes) yang melayani tes antigen. Selain itu, pemberlakuan QR Code ini dilakukan untuk mencegah adanya alat antigen yang palsu.
“Kalau alat antigen sampai, kita wajibkan ada barcode. Di scan akan ketahuan kalau tanggalnya tak cocok,” tegas dokter kandungan itu.
Kata Didi, biasanya rumah sakit atau klinik membeli alat antigen dari agen resmi. Dipastikan, barang tersebut asli sesuai dengan aturan. Namun jika ada oknum yang membeli karena alat murah dan bukan dari agen yang resmi, itu dikhawatirkan alat antigen tak sesuai aturan.
“Jadi sebenarnya alatnya itu bisa dicek bisa sesuai anjuran kementerian atau tidak. Karena, ada juga di merek yang sama tapi tak diakui oleh Kemenkes,” katanya.
Senada, Gabriel Santuri, Owner Klinik Panacea memastikan kliniknya tidak menggunakan antigen bekas semua baru dan masih disegel. Dalam satu kotak ada sejumlah kit dan cairan antigen. Selain itu, ada barcode QR.
“Kami pastikan barang yang gunakan baru dan semua disegel. Tidak ada bekas. Kami memastikan antigen yang digunakan aman dan baru,” pungkasnya. (hbb)