POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Bertahan Di Zona Merah, Kultum Maksimal 15 Menit

Petuga Kepolisian saat menyemprotan Disinfektan ke salah satu lokasi masjid. (Foto-ist)

SEKUPANG, POSMETRO.CO: Sama halnya dengan Kecamatan lainnya di Batam. Wilayah Sekupang, masih berstatus zona ‘merah’. Data Tim Satgas Covid 19, terakhir Sabtu (24/4) tercatat 71 kasus positif dan masih dirawat. Dari total keseluruhan 6.877 kasus se Batam.

Protokol kesehatan (Prokes) tetap jalan. Budaya masyarakat lalai tanpa mengenakan masker, kerab ditemui di tempat umum. Itu pun menjadi atensi kepolisian. Apalagi, Sekupang, banyak kantor layanan publik serta sejumlah tempat ibadah.
“Wilayah Sekupang masih bertahan status zona merah Covid-19. Dan ini menjadi perhatian serius kami,” ucap
Kapolsek Sekupang, Ajun Komisaris Yudi Arvian.
Salah satu operasi yustisi, melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah rumah ibadah. “Nantinya setiap hari  dilakukan penyemprotan secara bergilir di rumah ibadah,” imbuh Yudi usai giatnya di Masjid Taqwa Rusun Sekupang.
Tujuan lain dari penyemprotan disinfektan ini, sambungnya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di masjid agar masyarakat dapat mengikuti ibadah salat dengan aman.
Terpisah, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam Zulkarnain Umar mengingatkan kembali untuk semua masjid yang melaksanakan ibadah salat tarawih untuk tetap memperketat pelaksanaan prokes.
“Prokes yang ketat harus tetap diprioritaskan,” katanya, belum lama ini. Selain itu, Zulkarnain juga mengimbau agar setiap pintu masuk masjid juga disediakan alat cek suhu tubuh, wajib memakai masker dan menjaga jarak. “Kalau pun saf nya nggak berjarak, minimal harus bawa sajadah dari rumah masing-masing,” imbaunya.
Tak lupa, Kemenag Batam mengingatkan bagi jamaah yang sakit atau demam untuk tetap menjalankan ibadah tarawih di rumah. Hal ini meminimalisir penyebaran angka kasus positif Covid-19 di Kota Batam.
Meskipun belum ditemukan ada cluster jamaah selama ramadan, Zulkarnain menyarankan untuk masjid agar memperbanyak mikrofon. Sehingga tidak hanya satu yang dipakai oleh banyak orang. Selain itu bisa juga dengan mengganti sampul mikrofon secara berkala.
“Untuk kultum kita minta dipersingkat, maksimal 15 menit. Dan untuk ayat pendeknya kita minta jangan yang panjang-panjang,” pesannya.(cnk)