POSMETRO.CO Metro Kepri Bintan

2024 Jembatan Babin Dipastikan Selesai

BINTAN, POSMETRO.CO : Pembangunan jembatan Batam-Bintan, telah bergulir sejak 2005. Tentu saja, masyarakat Kepri pada umumnya, sangat berharap jembatan Batam-Bintan bisa segera terwujud.

Jika jembatan itu terbangun, maka dipastikan perekonomian masyarakat dipastikan bakal meningkat.

Seperti halnya yang kerap disampaikan Bupati Bintan, Apri Sujadi, pada awak media. Katanya, ia mendukung percepatan pembangunan jembatan Babin.

”Jembatan penghubung antara Pulau Batam dan Pulau Bintan itu, semoga cepat terwujud.” ungkap Apri Sujadi, S.Sos belum lama ini.

Realisasi Jembatan Babin tentunya sangat diharapkan seluruh masyarakat Kepri. Terutama warga Batam dan Bintan.

Bahkan, ia meminta dukungan juga kepada warga Bintan, agar pemerintah pusat, memberikan dukungan atas rencana pembangunan jembatan Batam-Bintan.

”Mari.kita sama-sama berdo’a semoga Pak Jokowi bisa merealisasikan Jembatan Batam-Bintan (Babin). ” ujarnya.

Dikatakannya juga, bahwa dengan adanya realisasi Jembatan Batam-Bintan, maka hal tersebut bukan saja hanya sebatas akses jalan antara pulau Batam dan Pulau Bintan.

Namun lebih kepada dapat meningkatkan berbagai sektor kehidupan masyarakat. Apalagi, Kabupaten Bintan akan menjadi akses pertama pintu masuk gerbang tersebut.

“Kabupaten Bintan menjadi akses pintu masuk dari diadakannya jembatan Babin, tentunya kita sangat berharap adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat.” katanya penuh antusias.

Apalagi, kata Apri, saat Presiden Jokowi berkunjung ke Natun, pernah menjanjikan bahwa jembatan Babin bakal diwujudkan.

Sejauh ini juga, Apri memuji upaya-upaya yang dilakukan pemerintah Kepri, demi mempercepat pembangunan jembatan Babin.

Salah satunya, beberapa waktu lalu Komisi III DPRD Kepri, langsung melaksanakan audensi dengan Direktorat Jalan dan Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Jakarta.
Audensi tersebut bermaksud untuk lebih memperdalam, rencana pembangunan jembatan Batam-Bintan yang dijanjikan akan mulai dibangun pada tahun 2021 ini.

Selain itu ia juga, menjelaskan bahwa banyak potensi yang bisa dikembangkan dengan dibangunnya jembatan Batam-Bintan khususnya potensi wisata yang berada di Kabupaten Bintan.

Komisi III DPRD Kepri yang diwakili Dewi Komalasari waktu itu juga mengatakan, bahwa saat ini, Batam memang sangat strategis. Memiliki tingkat kunjungan wisman yang cukup besar. Maka diharapkan bisa menyebar hingga ke Bintan setelah adanya jembatan Batam-Bintan.

Selain manfaat di bindang pariwisata, nantinya jembatan Batam-Bintan ini juga akan sangat bermanfaat untuk mobilitas barang-barang seperi hasil perkebunan, gas dan mineral serta produk-produk industri baik dari Batam ke Bintan ataupun sebaliknya.

“Batam memiliki industri yang sangat banyak begitupun Bintan, saya yakin dengan dibangunnya jembatan Batam-Bintan ini nantinya investor akan semakin tertarik untuk menanamkan modalnya di wilayah ini,” ungkap Apri belum lama ini.

Masih kata Apri, waktu itu, Direktur Jembatan Kementerian PUPR, Iwan Zarkasi mengatakan Pembangunan jembatan ini tidak mudah. Perlu ada kajian mendalam. Pembangunan jembatan ini harus memiliki potensi dan nilai manfaat yang tinggi. Selain itu, setelah jembatan dibangun, harus memikirkan cara perawatan jembatan yang nilainya tidak sedikit.

“Saat ini Dirjen PUPR masih mengumpulkan data-data serta merefresh data yang lama untuk menggali lagi potensi apa yang bisa digali dengan dibangunnya jembatan ini, selain itu manfaat apa saja yang bisa kita optimalkan dengan jembatan ini,” terangnya.

Ia meminta kepada seluruh stakeholder terkait untuk bisa bekerjasama membuat dan mengumpulkan data untuk persiapan pembangunan jembatan Batam-Bintan ini.

Sepertinya, rancangan pembangunan Jembatan Batam-Bintan sudah rampung. Rencana tapak pembangunan jembatan Babin, sudah ada.

Rencana pengembangan beberapa infrastruktur strategis lainnya juga sudah beres. Hal ini membuktikan bahwa pemerintah pusat sangat serius dalam pengembangan kawasan di Bintan.

“Pembangunan harus sejalan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Dengan komitmen pembangunan jembatan Babin tersebut tentunya akan membuat daerah Kabupaten Bintan semakin maju dan berkembang,” tambahnya.

Dikatakan Apri juga bahwa beberapa hal strategis lainnya, sudah disuarakan. Khususnya terkait pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK) Galang Batang yang menurutnya harus mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat.

“Bagaimana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang ke depannya juga perlu dibangun. Hal ini sangat perlu bagi penyerapan tenaga kerja yang dibutuhkan saat ini,” ungkap Apri panjang lebar.

Ia begitu bersemangat ketika disinggung soal kepastian jembatan Babin.

Kedatangan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas RI, Suharso Manoarfa, mengunjungi Lokasi Tapak Batas Jembatan Batam Bintan, di kawasan Teluk Sasah,
menjadi sinyal hijau bahwa pembangunan jembatan Batam-Bintan bakal segera dimulai.

Tak hanya meninjau tapak batas jembatan Babin, menteri PPN/Kepala Bappenas RI itu juga berkunjung ke kawasan Industri Bintan Industrial Estate, Kawasan Pembangunan Bandara Busung dan Kawasan Pariwisata Lagoi, Kabupaten Bintan, Jum’at (23/4) siang.

Kedatangan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas RI disambut Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Sekda Prov Kepri TS Arief Fadilah, Wakil Bupati Bintan Roby Kurniawan, Sekda Kab Bintan Adi Prihantara dan jajaran terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia memastikan kepada masyarakat bahwa jembatan Batam-Bintan akan terbangun sebelum 2024 mendatang.

“Insya Allah, proyek ini sudah masuk menjadi proyek strategis pembangunan nasional, sehingga kita pastikan tahun ini akan terbangun sebelum 2024,” tegasnya

Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad mengatakan bahwa pemerintah Provinsi Kepri optimis bahwa pembangunan Jembatan Batam-Bintan akan dapat segera terbangun.

“Saya yakin dengan kunjungan pak Menteri ini dapat lebih mempercepat terbangunnya Jembatan Batam-Bintan ini,” ujar Ansar.

Wakil Bupati Bintan, Roby Kurniawan, juga memastikan bahwa jika jembatan itu terbangun, maka akan meningkatkan ekonomi di Kepri khususnya kawasan Batam-Bintan.

Pembangunan Jembatan Batam-Bintan menelan estimasi biaya sebesar Rp 13,12 Triliun, dengan spesifikasi lebar jembatan mencapai 33 Meter.

“Kalau lancar, kawasan Kepri khususnya Batam-Bintan tentunya akan semakin maju, “tutupnya.(aiq)