POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

KPwBI Kepri Siapkan Uang Rp1,68 Triliun Selama Ramadan dan Idul Fitri

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kepri di Batam. (Foto-ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Untuk memenuhi kebutuhan perbankan dan masyarakat di Kepulauan Riau (Kepri) selama Ramadan dan Idulfitri 2021/1442 H, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (KPwBI Kepri) menyediakan uang tunai senilai Rp1,68 Triliun.

Nominal tersebut terbilang meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai Rp1,17 Triliun. Hal ini diutarakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (KPwBI Kepri) Musni Hardi K. Atmaja melalui rilisnya, Minggu (18/4).
“Penyediaan kebutuhan uang tunai untuk memastikan penukaran di masyarakat terpenuhi di tengah pandemi Covid-19,” kata Musni.
Lanjutnya, layanan penukaran uang rupiah dilakukan melalui kantor Bank yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Kepri. Tentunya, dengan mempertimbangkan kondisi Covid-19 terkini serta aspek kesehatan masyarakat. KPwBI Kepri berupaya memberikan layanan maksimal.
Dengan menyiapkan sebanyak 114 titik penukaran yang tersebar di seluruh wilayah Kepri. Di antaranya Batam 71 titik, Tanjungpinang 27 titik, Tanjung Balai Karimun (TBK) 11 titik, lalu Natuna 5 titik.
“Masyarakat dapat memperoleh layanan penukaran tersebut mulai tanggal 26 April hingga 11 Mei nanti,” terang Musni.
Perbank diminta untuk penukaran kepada nasabah atau masyarakat setiap hari kerja. Dengan jumlah penukaran disesuaikan dengan kondisi saat ini. Namun, untuk besaran penukaran uang, Bank Indonesia membatasi jumlahnya hanya Rp3,8 Juta per orang dengan berbagai jenis uang pecahan.
Dengan rincian pecahan Rp20.000 ribu hingga Rp1.000 maksimal 1 pak. Untuk pecahan Rp20 ribu= Rp2 juta, lalu Rp10 ribu=Rp1 juta, Rp5 ribu=Rp500 ribu, kemudian Rp2 ribu=Rp200 ribu, terakhir Rp1.000=Rp100 ribu.
“BI Kepri menyarankan lembaga perbankan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dalam penukaran uang nanti. Mulai dari tidak adanya kerumunan, melengkapi sarana kesehatan hingga menggunakan masker,” pesan Musni.
Untuk menjaga kelancaran dalam pembayaran dan menfasilitasi kegiatan perekonomian kebutuhan masyarakat selama Ramadan/Idul Fitri 1442 H, BI Kepri juga menyarankan beberapa hal. Di antaranya menggunakan transaksi pembayaran secara nontunai melalui digital banking, uang elektronik dan QRIS, yang dapat meminimalisir kontak fisik dalam bertransaksi.
“Kami juga mengajak masyarakat di Kepri untuk senantiasa mengenali ciri-ciri keaslian Rupiah dan merawat uang Rupiah sebagai bentuk Cinta Rupiah,” ungkapnya.
Untuk memastikan kebutuhan uang rupiah tersedia dengan jumlah yang cukup dan kualitas layak edar, KPwBI Kepri melakukan koordinasi dengan sejumlah perbankan sekaligus Penyelenggara Jasa Pengelolaan Uang Rupiah (RJPUR).
“Ini untuk menjaga ketersedian uang di mesin tarik uang (ATM) dan mesin setor tarik,” pungkas Musni. (hbb)